Berdayakan Masyarakat Menanam, RW 14 Bojongsari Launching Program Anggurin Angguran

23
Anggota DPRD Depok didampingi Lurah Bojongsari, Ketua RW 14 dan narasumber saat melaunching program Anggurin Angguran

Laporan: Rahmat Tarmuji
RW 14 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, terus melakukan inovasi untuk memberdayakan warganya.

Setelah sukses menghantarkan Kampung KB jura di tingkat provinsi, terbaru RW 14 menggalakan pemberdayaan menanam buah anggur di masyarakat yang dinamakan Anggurin Angguran. Kata tersebut merupakan istilah untuk masyarakat yang tidak memiliki kegiatan agar mulai menanam dan melakukan penghijauan.

“Tujuan dari kegiatan ini tak lain untuk meningkatkan potensi masyarakat serta memanfaatkan lahan yang ada, karena kami juga memiliki program hari menanam di pot dan tanah terbuka (Heripoter),” ujar Daud Sulaiman, Ketua RW 14 Bojongsari.

Ia menambahkan, untuk langkah awal pihaknya akan menanam puluhan pohon anggur di area Situ Tujuh Muara.

“Ada sekitar 10 jenis pohon anggur yang kami tanam di sana. Mudah-mudahan ke depan tanaman ini bisa ditanam juga di pekarangan rumah warga,” paparnya.

Praktisi Anggur dari Poktakan Kelurahan Limo, Abdullah Naja dalam kesempatan itu membahas tentang media dasar perawatan anggur yang baik dan benar untuk pemula dan cara memperbanyak pembibitan dengan cara grafting/okulasi.

“Mulai dari cara memilih bibit pohon anggur yang baik dan sehat, ada tunas aktif dan sulurnya serta menggunakan media dasar yang sifatnya forous/mudah dalam menyerap air,” jelasnya.

Dikatakannya, Depok terkenal dengan anekaragam buahnya di tambah lagi dengan buah anggur yang kekinian serta dapat menjual buah anggur dengan harga tinggi.

“Sedangkan warga Depok masih sedikit sekali yang tahu bahwa anggur impor sudah dapat di kembangkan di Kota Depok dengan baik, dengan cara memperbanyak bibit anggur impor kita dapat menjual dengan harga jual tinggi,” katanya.

Anggota DPRD Depok, Khairulloh Ahyari mengapresiasi sosialisasi Anggurin Angguran di tengah masyarakat.

“Ini kegiatan yang positif dimana masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam anggur dan bisa juga sebagai penghijauan, kesegaran oksigen dan keuntungan buah anggur yang ditanam bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Ia berharap, program tersebut dapat berjalan dengan baik begitu juga dengan pohon yang ditanam dan buahnya menghasilkan kualitas yang baik pula.

“Kami akan mendorong Dinas Pertanian untuk melakukan pendampingan, agar pertanian kota dapat dikembangkan di Depok. Tanaman anggur ini bisa menjadi alternatif di tengah minimnya lahan pertanian di Kota Depok,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here