Keren! Yayasan Wisma Karya Bakti Otista Olah Eceng Gondok jadi Pupuk Bernutrisi

291
Pengurus Yayasan Wisma Karya Bakti foto bersama dengan perwakilan BUMN

Bojongsari | jurnaldepok.id
Panti Asuhan Wisma Karya Bakti yang berada di wilayah Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, berhasil mengembangkan pupuk humus dan enzim yang berasal dari eceng gondok.

“Ini berawal dari gerakan mandiri pangan yang kami gagas agar anak-anak panti juga bisa mandiri pangan. Sejak beberapa tahun lalu kami sudah memproduksi tanaman sayur mayur sendiri,” ujar Ibnu Ramli, Ketua Harian Wisma Karya Bakti kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, mulanya panti asuhan yang berada dibawah naungan Yayasan Oto Iskandar Dinata (Otista) melakukan riset pembuatan pupuk dari kotoran hewan.

“Alhamdulillah, setelah kami ajukan ke berbagai pihak saat ini kami disupport untuk mengolah eceng gondok menjadi pupuk alami berupa humus dan enzim,” paparnya didampingi Ketua Program Yayasan Otista, Baharudin Rahman.

Mereka merasa bersyukur dengan keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengembangkan pupuk tersebut.

“Humus dan enzim dari eceng gondok ini berguna untuk mengembalikan biota tanah serta menghidupkan kembali air sehingga menjadi bersih dan sehat. Kami edukasi para santri yang ada di panti dan masyarakat agar eceng gondok diolah menjadi humus dan media tanam kaya nutrisi,” jelasnya.

Sementara itu Dewi Anjani dari ESQ Kemanusiaan berharap, inovasi ini dapat diserap oleh Pemerintah Kota Depok agar bisa dimanfaatkan oleh petani di Depok.

“Kami berharap ini direspon positif dan Pemkot Depok bisa memfasilitasi untuk membangun shalter pengolahan eceng gondok di Depok, karena saat ini shalter nya masih berada di Jatiluhur,” ungkapnya.

Ia menyebut, pengolahan eceng gondok menjadi pupuk dapat mencegah pendangkalan di situ-situ yang ada di Depok.

Penanggungjawab Program TJSL Kementerian BUMN, Tedy Purnama menyambut baik inovasi Yayasan Wisma Karya Bakti dalam pengolahan eceng gondok menjadi pupuk.

“Ini kerja bersama, BUMN tidak bisa melakukan sendiri dan perlu stakeholder lain yang memiliki kopetensi untuk mewujudkan program TJSL. Kami melakukan pemberdayaan di Jatiluhur untuk pengolahan. Ini bagus, mengubah gulma menjadi emas,” terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Penanggungjawab TJSL Pegadaian, Ruly Yusuf. Ia mengatakan, selain bersilaturahmi, pihaknya juga ingin melihat langsung beberapa hasil karya yang sudah dicetuskan dari panti tersebut.

“Kami mau lihat langsung humus aktif dan enzim aktifnya untuk diterapkan di tanaman. Kami juga ingin belajar bagaimana mengolah pupuk cair ini dari eceng gondok. Untuk disini kami sejak 2018 (bekerjasama,red), tetap kami jaga silaturahim,” tukasnya.

Acara launching pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk yang digelar di Yayasan Wisma Karya Bakti tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Depok, Kecamatan, Kelurahan, Babinsa dan Binmas Kelurahan Curug. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here