Disindir Sekjen PDIP, Wali Kota Depok Beberkan Hasil Kinerja Selama Menjabat 2 Periode

139
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris membeberkan hasil pembangunan sejak ia menjabat Wali Kota Depok selama dua periode. Hal itu diduga untuk menanggapi cibiran yang dilontarkan oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto akhir pekan kemarin.

Pernyataan itu diungkapkan Idris saat menjadi narasumber dalam Chanel YouTube program Ide Podcast Korpri Depok dengan tema Pembangunan Kota Depok yang dibuat oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Depok.

Pada kesempatan itu, host Ide Podcast, Bang Memed, bertanya kepada Idris mengenai capaian-capaian yang sudah diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Depok beserta program-program yang ada di dalamnya.

Menurut Idris, Pemkot Depok telah melakukan berbagai pembangunan bersifat fisik dan non fisik yang terbaik demi menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

“Pembangunan di Kota Depok bukan hanya di Margonda saja. Sebab kami juga melakukan pembangunan seperti RSUD ASA di Tapos, Alun-alun Kota Depok di Cilodong, pasar di Sawangan dan renovasi puskesmas di Bojongsari yang segera dirampungkan,” ujar Idris dalam akun YouTube Ide Podcast Korpri Depok, kemarin.

Tak hanya itu, lanjutnya, pada tahun 2023 Alun-alun wilayah barat juga akan segera dibangun di wilayah Kecamatan Bojongsari yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk pengelolaannya juga akan bekerja sama dengan karang taruna. Ini merupakan program pembangunan para pemuda sekaligus pemberdayaan ekonominya,” paparnya.

Dikatakannya, tahun ini Pemkot Depok juga akan merevitalisasi empat lapangan sepakbola, antara lain Lapangan Jembatan Serong, Kelurahan Cipayung, Lapangan PSP Sawangan, Lapangan Pusaka di Duren Seribu dan lapangan sepakbola di wilayah Kelurahan Grogol.

Dalam podcast tersebut Idris juga menuturkan, menata kota yang telah dibangun sebelumya memang memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan kota baru yang telah matang perencanaannya, tentu dari segi biaya relatif lebih mudah.

“Depok ini tantangannya ada pada jalan lingkungan yang sempit dan tidak ideal menurut ilmu tata kota, ada juga di dalam aturan terkait jalan yang bukan menjadi kewenangan kota, seperti terdapat jalan milik pemerintah pusat dan provinsi yang tidak bisa diintervensi, harus ada kolaborasi dalam penataannya,” jelasnya.

Tantangan kedua, kata dia, cepatnya migrasi penduduk di Kota Depok juga terjadi pada ibukota Jakarta. Sebab mau selebar apapun jalan tersebut, produksi kendaraan akan terus berkembang dan warganya juga bertambah sehingga akan tetap padat.

“Tentu kami tidak bisa menutup pabrik kendaraan, tetapi Pemkot tidak diam saja, banyak ide yang telah dilakukan untuk mencari solusi dengan melakukan kajian konsep transportasi langsung ke Kementerian Perhubungan. Kami telah menawarkan rencana tranportasi berbasis rel dengan menghubungkan Stasiun Pondok Cina dengan LRT Cibubur yang menjadi alternatif, kajian itu kami buat dengan Universitas Indonesia dan pakar transportasi lainnya, mudah-mudahan ini berjalan,” ungkapnya.

Tahun ini pula, imbuh Idris, Kota Depok bakal memiliki sejumlah fasilitas keagamaan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni membangun Masjid Margonda Raya.

“Bukan Masjid Raya Margoda, karena lahannya hanya sekitar 1.800 meter, sebab masjid raya itu kan ada minimal 1 hektar luasnya,” katanya.

Selanjutnya, sambungnya, ada juga masjid yang akan dibangun di wilayah Jatijajar seluar 1,2 hektar di dekat Terminal Jatijajar.

“Akhir tahun ini akan dibangun, setelah selesai akan diserahkan ke pemerintah semuanya pengelolaannya. Pembangunan tersebut merupakan donatur dari Namaa Charity,” terangnya.

Idris menambahkan, Pemkot Depok juga segera memperbaiki sejumlah infrastruktur di Jalan Grand Depok City (GDC), yaitu merehab jembatan GDC, betonisasi jalan GDC dan proyek penataan pedestrian di Jalan Kartini.

“Dalam waktu dekat Balai Kota Depok juga akan menjadi publik space seperti Sarinah di Jakarta agar bisa digunakan masyarakat untuk kegiatan seni dan sebagainya,” tukasnya.

Terkait pembangunan non fisik, sambung dia, pembinaan wirausaha juga telah dilakukan melalui program 5.000 pengusaha baru dan 1.000 perempuan pengusaha.

“Lewat program tersebut, Pemkot Depok akan membimbing dan membantu para pengusaha agar usaha yang dirintis semakin berkembang,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here