Diharapkan Mampu Menjalankan Peran, Duta Stunting Dibentuk Hingga Kelurahan

89
DUTA STUNTING: Seorang Kader PKK di Kota Depok yang juga sebagai Duta Stunting bersama orang tua memberikan asupan makanan bergizi dan nabati kepada anak yang mengalami Stunting

Laporan: Aji Hendro
Dalam upaya mencegah terjadinya Stunting pada anak, Pemerintah Kota Depok membentuk Duta Stunting di setiap kelurahan.

Hal itu dilakukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Beji yang mengangkat Duta Stunting antar kelurahan.

Salah satu Duta Stunting dari Kelurahan Pondokcina, Riana kepada wartawan mengatakan, setiap kelurahan kini terdapat Duta Stunting.

Dia menambahkan, setiap duta harus bisa memahami pemaparan yang dipresentasikan tentunya mengenai Stunting.

Pemaparan tersebut berupa ciri-ciri anak yang stunting, dampak stunting, pencegahan stunting, dan upaya yang dilakukan setiap duta stunting.

“Saya mengharapkan agar para duta dapat mempertanggungjawabkan tugasnya di kelurahan masing-masing, termasuk rutin menjalankan penyuluhan ke warga-warga. Tujuan adanya duta stunting, agar para duta tersebut diharapkan dapat mengurangi angka stunting yang ada di Depok khususnya Kecamatan Beji,” ujarnya.

Dia berpesan kepada seluruh kader PKK Kota Depok untuk fokus memantau perkembangan anak. Selain itu juga gencar melakukan penyuluhan kepada remaja putri dan ibu hamil agar rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD).

Dikatakannya, stunting dapat dicegah sejak remaja, maka kader-kader harus gencar menyosialisasikan hal ini mulai dari remaja dan ibu hamil agar mereka menerapkan dan stunting tidak lagi terjadi di Kota Depok.

Di lokasi lain di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Ketua PKK setempat, Christin Ningsih kepada wartawan mengatakan, Duta Stunting ini merupakan kader PKK yang ditunjuk atau bertugas sebagai Duta Stunting.

Dia menambahkan, tugas Duta Stunting ini salah satunya memberikan penyuluhan kepada orang tua dan anak yang mengalami stunting.

Mereka berikan penyuluhan kepada orang tua saat kegiatan Posyandu terutama kepada orang tua balita yang berat badannya dan tingginya yang dinilai kurang menurut usianya dan tumbuh kembangnya yang tidak sesuai dengan umur mereka.

“Kami harap dengan adanya Duta Stunting ini bisa menurunkah bahkan Zero Stunting di wilayahnya,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here