Dampak Kenaikan BBM Kini Harga Cabai Merah Tembus Rp 100/Kg, Warga Tak Berdaya

93
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak langsung terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan tak terkecuali jenis sayur mayur dan rempah.

Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada kemoditas rempah jenis cabai dimana saat ini harga cabai ditingkat konsumen mencapai Rp 100 ribu / Kilogram. Kenaikan harga cabai dan sejumlah jenis sayuran tak pelak menjadi sorotan dan keluhan terutama dari para kaum ibu rumah tangga.

Kainah salah satu ibu rumah tangga diwilayah Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, mengaku bingung mengatur uang belanja kebutuhan sehari hari pasalnya kata dia hampir semua barang menjadi naik pasca diumumkannya kenaikan BBM pada Jumat (3/9) silam.

“Mau gimana lagi, sekarang penghasilan keluarga segitu gitu aja sedangkan harga kebutuhan pokok semua naik, cabe aja harganya mencapai 100 / kilo kalau terus begini repot urusannya,” ujar Kainah kepada Jurnal Depok, kemarin.

Tak hanya konsumen, pedagang sayur mayurpun mengeluh soal kenaikan harga kebutuhan pokok pada awal pekan ini.

Edi Jamali pemilik warung sayur mayur di Jalan RD Sukarma RT 03/03 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas mengaku kenaikan harga berbagai jenis sayur mayur dan rempah praktis membuat omzet penjualan sayur mayur di warung miliknya menjadi turun drastis hal ini disebabkan adanya penurunan daya beli masyarakat.

“Kenaikan harga sayur mayur dan rempah sangat berdampak terhadap omzet penjualan kami, kami berharap harga komoditas sayur mayur bisa kembali stabil dan tidak terlalu tinggi,” pinta Edi Jamali.

Dikatakan Edi, sebelum kenaikan harga BBM yang berdampak terhadap kenaikan harga sayur mayur, sejumlah kebutuhan pokok sudah terlebih dahulu mengalami kenaikan, seperti telur ayam dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

“Sekarang cabai merah di pasar harga nya sudah lebih dari Rp 90 ribu / kilogram sehingga nyampe di konsumen harganya bisa mencapai Rp 100 ribu, ini jelas sangat memberatkan termasuk bagi kami para pedagang sayur karena warga membatasi belanjaan, yang biasa beli cabe setengah kilo sekarang hanya beli 2 ons saja, ini jelas mengurangi omzet penjualan kami” ungkap Edi Jamali.

Dia berharap Pemerintah dapat turun tangan mengatasi permasalahan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan sehingga rakyat kecil tidak terlalu berat untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama terkait kebutuhan pangan. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here