Usai Makan Siang, Seorang Pemulung Ditemukan Tewas di Depan Kuburan Meruyung

60
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Warga dan para pengendara yang melintas di Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Pancoran Mas, dikejutkan dengan penemuan seorang pria setengah baya tergeletak tak bernyawa di depan Taman Pemakaman Ummat Islam (TPUI) Parung Bingung, Minggu (28/08) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepada jurnaldepok.id salah satu petugas penggali kubur TPUI Parung Bingung, Sya’ari mengungkapkan, sekitar pukul 12.00 WIB dirinya masih melihat sosok pria setengah baya itu sedang makan di depan kios seberang TPUI RT 01/04, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

“Namun selang dua jam kemudian dirinya kaget saat mengetahui bahwa pria yang diketahui berprofesi sebagai pemulung itu sudah tergeletak tak bernyawa di depan kios usai makan.

“Tadi sekitar jam 12an saya masih melihat dia makan dan minum di pinggir jalan depan kios di seberang TPUI ini, saat itu kondisinya biasa saja seperti orang dalam kondisi sehat, makanya saya kaget setelah banyak orang di TKP dan bilang orang itu sudah meninggal,” ujar Sya’ari.

Terpisah Petugas Taman Pemakaman Ummat Islam (TPUI) Parung Bingung, H Yunus mengatakan, ia baru mendapat kabar adanya penemuan jasad seorang pria paruh baya di depan TPUI Parung Bingung pada sekitar pukul 14.30 WIB.

“Saya mendapat kabar sekitar pukul 14.30 WIB dan saya langsung datang ke lokasi, tapi saat saya tiba dilokasi mayatnya sudah dibawa Polisi ke Kramat Jati,” kata H. Yunus.

Sementara petugas Bhabinkamtibmas Polsek Pancoran Mas untuk Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Soenarto mengaku mendapat kabar ditemukannya mayat sekitar pukul 14. 10 WIB. Saat itu juga dirinya bersama petugas Bhabinsa langsung menuju lokasi tempat mayat ditemukan.

“Mendapat kabar itu saya bersama Bhabinsa Pak Sudiro dan Pak Amir langsung ke TKP. Ternyata benar di lokasi sudah ada sosok pria sekitar umur 56 tahun tergelatak dalam kondisi sudah tak bernyawa,” ungkap Soenarto.

Dikatakannya, tidak ada tanda-tanda kekerasan di sekitar tubuh pemulung tanpa identitas yang ditemukan warga.

Namun untuk memastikan penyebab tewasnya sang pemulung, jasad pria paruh baya tersebut langsung dibawa ke RS Sukanto Kramat Jati untuk diautopsi.

“Kalau dilihat dari luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun untuk lebih pasti mayatnya dibawa ke RS Kramat Jati. Kami sudah mengamankan sejumlah barang milik almarhum di antaranya karung plastik dan sebuah tas,” tutup Soenarto yang dibenarkan oleh Amir dan Sudiro, petugas Bhabinsa Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here