Mencanting Batik dan Paduan Suara Terbanyak, UI Pecahkan Rekor MURI

35
Suasana mencanting batik dan paduan suara yang memecahkan rekor MURI

Laporan: Aji Hendro
Mahasiswa Universitas Indonesia meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori “Mencanting Batik oleh Mahasiswa Baru Terbanyak” dan “Paduan Suara Mahasiswa Baru Terbanyak”.

Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro mengatakan, dalam kegiatan Puncak Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI) berupa mencanting batik dan paduan suara mahasiswa baru UI 2022, berhasil meraih Rekor MURI.

“Untuk membatik dan paduan suara diikuti sebanyak 9.237 mahasiswa baru dilaksanakan di lapangan Rotunda Kampus UI, Beji,” ujarnya.

Ia mengatakan, melihat UI sebagai miniatur Indonesia, karena mahasiswa UI berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan ragam budaya masing-masing.

“Pemecahan prestasi superlatif karsa dan karya anak bangsa ini adalah bukti otentik bahwa Universitas Indonesia sesuai dengan visinya, adalah pusat unggulan bukan hanya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga dibidang kebudayaan,” paparnya.

Selain itu untuk pemecahan Rekor MURI yang melibatkan banyak pihak tersebut juga berarti bahwa Universitas Indonesia telah beradaptasi dengan normal baru pascapandemi Covid-19, serta membuktikan bahwa UI adalah kampus yang rukun dan solid di internal sekaligus harum namanya di eksternal.

Terpisah Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, Saleh Husin mengatakan, membatik merupakan salah satu budaya Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala. Sebagai generasi penerus para leluhur, rakyat Indonesia dituntun secara turun-temurun untuk terus menjaga kebudayaan Indonesia salah satunya batik.

“Saya kaget, ternyata membatik itu tidak mudah. Jadi yang telah dilakukan oleh mahasiswa UI pada rekor MURI ini luar biasa keren dan kompak. Semoga ke depannya mahasiswa UI dapat terus melestarikan kebudayaan yang ada di Nusantara seperti salah satunya batik,” tandasnya.

Ketua Senat Akademik UI, Nachrowi Djalal juga menyampaikan rasa bangga, karena UI berhasil menorehkan prestasi baru, yaitu mencanting batik oleh 9.000 mahasiswa baru angkatan 2022.

“Keberhasilan UI menorehkan prestasi ini merupakan buah wujud pelestarian UI dalam menjaga sekaligus memperkenalkan batik kepada khalayak luas,” katanya.

Nachrowi menambahkan, UI mampu memadukan perbedaan suku, budaya, bahasa, dari Sabang hingga Merauke

“Kami berharap dengan adanya perolehan rekor MURI ini, UI mampu menjaga persatuan dan kesatuan dan mampu berkontribusi dalam prestasi lain di kancah Asia Tenggara maupun global,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, pendiri Rolupat Batik Nusantara, Henny menuturkan, sesuai dengan tema PKKMB UI yaitu Satu Karena Beda, Rolupat mendukung penuh upaya UI dalam menorehkan rekor MURI.

“Pada motif batik yang diberikan kepada maba, terdapat gambar makara, rektorat, danau, yang melambangkan ciri khas dari UI,” terangnya.

Pendiri MURI, Jaya Suprana mengungkapkan yang dilakukan oleh UI merupakan pemecahan rekor yang paling mengesankan, membanggakan, menakjubkan dan mengharukan.

“Ini bukan Rekor Indonesia, tapi Rekor Dunia. Saya belum pernah melihat yang seperti ini di belahan dunia manapun. 9.000 mahasiswa baru UI melakukan paduan suara sekaligus mencanting. UI hari ini membuat sejarah dan rekor baru, yaitu membatik dan paduan suara yang diikuti mahasiswa baru terbanyak di dunia,” kata Jaya Suprana.

Pelaksanaan PKKMB UI 2022, lanjut Jaya, diharapkan membuat mahasiswa memiliki pemahaman yang baik terhadap kampusnya.

Sedangkan Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Abdul Haris, kegiatan mencanting batik dan paduan suara lagu-lagu nasional tersebut dipilih agar mahasiswa baru punya kesadaran dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya bangsa.

“Agar mahasiswa UI punya kompetensi dan intelektualitas global, sekaligus menjadi manusia Indonesia yang paripurna,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here