Harga Pakan Mahal & Banyak Peternak Gulung Tikar, Penyebab Harga Telur Ayam Melejit

128
Aktivitas bongkar muat telur ayam di Agen Telorindo Depok

Sawangan | jurnaldepok.id
Sudah hampir seminggu harga telur ayam mengalami kenaikan signifikan. Hal tersebut dikeluhkan oleh pembeli dan penjual. Pantauan Jurnal Depok di lapangan, harga telur dibandrol bervariasi mulai dari Rp 29-30 ribu per kilo gram.

Penasaran dengan itu, Jurnal Depok pun langsung menayakan hal tersebut kepada salah satu agen telur terbesar di Depok yakni Telorindo.

Pemilik Agen Telorindo, Hasbulloh mengungkapkan, kenaikan harga telur dikarenakan beberapa faktor.

“Memang semenjak dimulainya kembali program bansos oleh pemerintah, telur mulai mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh permintaan dalam jumlah banyak namun produksinya menurun,” ujar Hasbulloh kepada Jurnal Depok, Kamis (25/08).

Tak hanya itu, peristiwa anjloknya harga telur beberapa bulan lalu dan mahalnya harga pakan menyebabkan para produsen telur dalam hal ini peternak menjual ayam-ayam mereka.

“Banyak peternak yang tidak kuat dan gulung tikar hingga menjual ayam mereka. Imbasnya ya saat ini, dimana produksinya berkurang sementara permintaan banyak,” paparnya.

Hasbulloh mengungkapkan, kenaikan harga telur saat ini tertinggi disepanjang sejarah ia berjualan telur. Ia mengungkapkan, pada awal tahun lalu harga telur masih dibandrol Rp 20 ribu per kilo.

“Kemudian naik lagi di Maret Rp 23 ribu, begitu juga di Bulan Mei naik menjadi Rp 24 ribu. Sementara kini di agen saja sudah menyentuh Rp 29 ribu per kilo. Kenaikannya sangat drastis dan ini yang paling tinggi dalam sejarah,” jelasnya.

Hasbulloh tidak menapikan, tingginya harga telur juga berpengaruh kepada daya beli masyarakat yang mulai menurun.

Terpisah, Sekeretaris Daerah Pemkot Depok, Supian Suri mengungkapkan, akan melakukan langkah-langkah untuk menekan harga telur agar kembali normal.

“Kami telah berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi dan Bank Indonesia untuk menekan laju inflasi. Mudah-mudahan dengan stok yang banyak proses ini bisa tertahan. Kenaikan disebabkan oleh pasokan dan cuaca,” katanya.

Tingginya harga telur juga dikeluhkan oleh penjual ketupat sayur, Uni Jasminar. Dikatakannya, semenjak harga telur melonjak dirinya terpaksa mengurangi memasak telur.

“Sekarang sedikit karena harga telurnya mahal, sekilo mencapai Rp 30 ribu. Biasanya sehari bisa menggunakan 3-5 kilo, tapi sekarang hanya dua kilo saja,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik Warung Ucok. Sudah beberapa hari ini mereka tidak menjual telur karena harganya cukup mahal. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here