Tak Koordinasi Dengan Pengurus Lingkungan, Warga Meruyung Segel GOR di Jalan Arthayasa

374
Sejumlah warga Meruyung membentangkan spanduk penyegelan GOR

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah pengurus lingkungan RW 04, 10 dan RW 11, serta jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, akhir pekan kemarin melakukan penyegelan terhadap bangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) yang terletak di Jalan Arthayasa.

Hal itu dilakukan lantaran pihak pemilik bangunan tidak berkoordinasi kepada pengurus lingkungan wilayah Meruyung terkait penggunaan akses Jalan Arthayasa yang melintas di 4 wilayah RW lingkup Kelurahan Maruyung.

Dalam orasinya, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry meminta kepada pemilik bangunan GOR agar segera melakukan koordinasi dengan pengurus lingkungan di 4 wilayah RW yang dilintasi mobil pengangkut material bangunan GOR seraya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atau Dinas terkait untuk meninjau ulang perijinan pembangunan GOR lantaran pembuatan rekomendasi perijinan tidak melibatkan warga Kelurahan Meruyung.

“Kami memperoleh informasi bahwa pembuatan rekomendasi perijinan didapat dari Kelurahan Grogol, sementara kami di Meruyung sama sekali tidak dilibatkan dalam pembangunan GOR yang letaknya berada didekat wilayah Meruyung dan pihak pemilik bangunan menggunakan akses jalan yang melintas diwilayah Kelurahan Meruyung tapi sama sekali tidak berkoordinasi kepada pengurus lingkungan di Meruyung,” ujar Derry kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Derry, keberatan warga terhadap penggunaan akses jalan yang melintas diwilayah Kelurahan Meruyung memiliki alasan yang kuat, pasalnya jika ruas jalan menjadi rusak sebagai dampak dari mobilitas kendaraan pengangkut material bangunan, maka warga Meruyung lah yang akan dirugikan kerena nanti untuk perbaikan bidang jalan tentu harus terlebih dahulu menempuh proses pengajuan yang pastinya akan melibatkan warga Meruyung.

“Kami punya alasan kuat mengapa kami memprotes pembangunan GOR yang tidak berkoordinasi dengan kami karena mereka menggunakan akses jalan diwilayah kami sementara mereka sama sekali tidak koordinasi dengan kami, meskipun status ruas jalan itu merupakan jalan Pemda tapi tetap saja saat pengajuan perbaikan dan pembangunan harus dilakukan oleh warga kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut Derry mengungkapkan bahwa keberadaan bangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) masuk dalam zona perbatasan wilayah Kelurahan Meruyung, Kelurahan Grogol bahkan lanjut dia berdasarkan teritorial wilayah, keberadaan bangunan GOR masuk dalam wilayah Kelurahan Meruyung sesuai batas wilayah yang pernah disepakati, oleh sebab itu dirinya sangat menyesalkan kebijakan pemilik bangunan GOR yang hanya melibatkan pengurus lingkungan dari Kelurahan Grogol.

“Jika merujuk pada peta wilayah, keberadaan bangunan GOR itu masuk dalam teritorial wilayah Kelurahan Meruyung, dan terkait hal ini kami akan berkirim surat kepada Komisi A DPRD Depok untuk ikut turun tangan menjembatani penyelesaian masalah perbatasan zona segitiga emas antara wilayah Kelurahan Meruyung, Grogol dan Kelurahan Limo guna menghindari kerancuan yang berdampak merugikan masyarakat di tiga wilayah kelurahan tersebut. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here