Belum Dibuka untuk Umum, Ini Kata Wagub Soal Jembatan Apung Situ Rawa Kalong

108
Terlihat indah jembatan apung Situ Rawa Kalong

Margonda | jurnaldepok.id
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, untuk penggunaan fasilitas jembatan apung yang berada di Situ Rawa Kalaong, Kecamatan Cimanggis, akan dilakukan secara bertahap.

“Semuanya bertahap, yang jelas masih dalam pemeliharaan,” ujarnya saat menghadiri pembukaan Program Wirausaha Baru di Kota Depok, Senin (15/08).

Dirinya juga meminta agar masyarakat tidak berfikir negatif kepada pemerintah terkait penutupan akses masuk ke fasilitas yang ada di Situ Rawa Kalong tersebut.

“Pokoknya masyarakat jangan negatif terhadap pemerintah, seluruh kegiatan dan keputusan pemerintah demi kemaslahatan umat dan demi kemaslahatan masyarakat. Kami meminta kepada masyarakat apapun keputusan yang dibuat oleh pemerintah agar ditafsirkan dengan positif,” katanya.

Dikatakannya, bukan berarti tidak akan dihibahkan (pembangunan,red) tetapi ada tahapan lain yang masih dalam proses.

“Nanti kalau semuanya sudah selesai pasti akan dibuka,” janjinya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Situ Rawa Kalong, M Nurdin mengatakan, terkait ramainya pemberitaan jembatan apung yang disegel, pihaknya sudah memberikan penjelasan.

“Itu bukan disegel, hanya saja belum dibuka, kami menunggu penyerahan dari pihak Provinsi Jawa Barat,” tanggapnya.

Nurdin mengatakan, jembatan apung tersebut memang belum dibuka untuk umum. Sebab, saat ini tengah menunggu hibah dari pemerintah provinsi (pemprov) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait pengelolaan Situ Rawa Kalong.

“Ini kan kemarin waktu kunjungan Gubernur itu kan baru peresmian. Nah terus untuk hibahnya belum, masih dalam proses. Karena itu yang bangun Jawa Barat seluruhnya. Makanya nanti akan ada proses administrasi hibah terkait sarana prasarana tersebut. Nanti setelah diserahkan ke Depok, dikelola oleh Depok, nanti baru dibuka,” katanya.

Nurdin juga khawatir jika jembatan apung tersebut dibuka saat ini akan menyisakan masalah. Dia tak ingin fasilitas tersebut rusak saat belum ada proses hibah dari Pemprov Jabar ke Pemkot Depok.

“Karena kalau dibuka sekarang, nanti belum dihibahin, sudah rusak,” terangnya.

Nurdin menyebut telah banyak warga yang datang ingin mengakses jembatan apung tersebut. Dia sudah menjelaskan kepada warga soal belum dibukanya jembatan apung.

“Wah malah tambah banyak, terus mau masuk area itu dikunci gitu kan. Ya kayak gini, saya banyak ngejelasin juga itu danau masih tahap pengamanan karena asetnya belum diserahterimakan,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here