Pihak JNE Akui Beras Yang Dipendam Miliknya, Ini Penyebabnya

202
Inilah beras yang rusak dan dipendam oleh pihak JNE

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Beras yang ditimbun di lahan kosong KSU Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, disebut bukanlah beras bantuan sosial dari Presiden. Hal itu diungkapkan kuasa hukum JNE, Anthony Djono.

“Beras yang hari ini saudara lihat dikubur itu bukan beras bansos, itu adalah beras milik JNE. Kami ulangi lagi ya, ini bukan beras bansos tetapi beras (milik) JNE,” ujarnya, Rabu (03/08).

Dia menambahkan, beras tersebut dikubur dalam tanah karena sudah tidak layak konsumsi akibat rusak. Kerusakan disebabkan ketika beras diambil dari gudang kemudian terkena hujan.

“Jadi ada yang basah, jamur, sudah tidak layak konsumsi. Tidak mungkin beras rusak kami salurkan kepada masyarakat, tidak mungkin beras rusak kami berikan kepada penerima manfaat,” tegasnya.

Beras yang rusak tersebut, sambungnya, kemudian diganti pihak JNE agar tidak ada keluhan dari masyarakat penerima bantuan.

Ditegaskannya, tidak ada kerugian sedikit pun dari penerima dana. Kemasan asli beras yang diambil dari Bulog saat itu memang dilengkapi dengan logo khusus Kementrian Sosial.

Namun karena terjadi kerusakan, maka beras diganti dan kemasan baru kemudian dilengkapi stiker lagi.

“Itu saat diambil dari gudang Bulog tentu ada distiker. Awalnya memang ditujukan untuk dibagikan, tapi kan diperjalanan rusak. Ketika rusak, maka kami pindahkan ke gudang dan kami ganti yang baru dan kami stikerkan lagi. Jadi barang yang sama, bukan beras bansos,” tambahnya.

Ia menambahkan, bahwa tidak ada hak masyrakat yang dirugikan dalam hal itu. Karena penerima bantuan sudah mendapatkan haknya.

“Jadi intinya hak masyarakat tidak berkurang sama sekali,” katanya.

Ketika ditanya alasan pemendaman dilakukan di Depok, Anthony menuturkan itu tidak ada hal yang bisa saja dilakukan.

“Kami kasih contoh, kalau sepatu saya rusak sudah tidak suka, mau saya kubur dimana saja itu hak kami, intinya seperti itu,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here