Penggali Kubur Merasa Ditipu, Tak Tahu Kalau Lokasi untuk ‘Pemakaman’ Bansos

132
Nanang Firmasnyah, penggali makam

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Tukang Gali makam yang melakukan penggalian tanah dijadikan lokasi penimbunan dugaan bansos dari presiden di lahan kosong KSU Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, merasa ditipu.

Salah satu penggali, Nanang Firmasnyah mengatakan, dia mendapat tawaran menggali dari temannya yang bernama Dadung. Dia mengaku tidak tahu untuk apa lubang tersebut digali, namun yang dia tahu hanya diminta menggali untuk pembuatan lubang septitank.

“Saya awalnya dikasih orderan dari teman, namanya Pak Dadung untuk gali sepitank, ya sudah,” ujarnya, kemarin.

Dia mengaku tidak akan mau kalau tahu lubang tersebut digunakan untuk memendam sembako banpres. Dia dan rekannya menggali lubang dengan kedalaman 1,5 meter.

“Kan awalnya minta buat septictank. Mungkin kalau dia bilang untuk itu (bansos) ya saya enggak mau,” katanya.

Dia mengatakan, penggalian dilakukan pada tahun 2020 selama dua hari menggunakan cangkul. Namun setelah digali, dia tidak disuruh mengubur benda apapun.

“Begitu kelar gali kedalaman 1,5 meter, saya berdua sama Rusdi. Itu dua hari, siang hari manual pakai pacul pengki sama garpu. Yang nutup saya enggak tahu,” ucapnya.

Sementara itu Dadung, orang yang mendapat pekerjaan penggalian mengaku hanya diminta untuk mencari orang. Dia pun mendapatkan beberapa orang untuk menggali lubang.

“Intinya minta cari tenaga. Saya enggak siap tenaga, saya cari teman. Teman saya mau. Untuk kelanjutan soal biaya dan lainnya itu ke Nanang,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here