Minim SDA, Farida Ungkap Industri Kreatif Lebih Pas dan Bisa jadi Andalan untuk Depok

27
T Farida Rachmayanti

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Tahun 2023 DPRD Kota Depok akan membahas Raperda Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK). Raperda RPIK disepakati oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2023 bersama beberapa raperda lainnya.

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Depok, T Farida Rachmayanti mengungkapkan, sebagai bagian dari wilayah Kawasan Strategis Nasional Jabodetabekpunjur, Depok memiliki peran penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

“Karena itu perencanaan pembangunan industri yang baik dan komprehensif mutlak diperlukan di Kota Depok,” ujar Farida kepada Jurnal Depok, Selasa (02/08).

Sebagai Anggota Fraksi PKS DPRD Depok, Farida menilai RPIK sangat strategis namun harus diharmonisasi dengan regulasi yang lainnya. Diantaranya, Perda RTRW, Perda Rencana Induk Kepariwisataan, Perda Kepemudaan dan Perda Penyelenggaraan Kota Hijau.

“Selain itu, dalam analisa awal, bagi kami industri yang pas sebagai andalan pembangunan industri kota adalah industri kreatif,” paparnya.

Beberapa alasannya, kata dia, pertama pada Tahun 2020 industri kreatif telah memberikan kontribusi sebesar 15, 5 % atas PDRB Kota Depok.

“Artinya Depok sudah punya modal eksistingnya, tinggal dikembangkan dengan memperkuat berbagai program dan fasilitasnya. Misal festifal kreatif yang berkelas nasional, keberadaan Gedung Kreatif dan lain-lain,” jelasnya.

Kedua, sambungnya, industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan keterampilan, kreativitas dan bakat yang dimiliki individu. Industri ini akan berfokos untuk memberdayakan daya cipta dan daya kreasi suatu individu.

“Ini cocok bagi Depok sebagai daerah yang tidak memiliki sumber daya alam, tapi mengandalkan SDM sebagai potensi pembangunannya,” katanya yang berasal dari Dapil Beji Cinere Limo.

Ketiga, lanjutnya, jumlah generasi millenial dan generasi Z cukup signifikan di Depok. Mereka bisa menjadi dinamisator dalam pengembangan industri kreatif. Keunggulan mereka yaitu mampu menguasai teknologi yang bisa dikolaborasikan dengan ide-ide inovatif dan kreatif.

Sebagaimana diketahui, kata dia, subsektor industri kreatif diantaranya periklanan, desain, arsitektur, kerajinan, fesyen, film, video, fotografi, permainan interaktif, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, riset dan pengembangan

Keempat, sambungnya, industri kreatif lebih ramah terhadap lingkungan. Hal tersebut yang dibutuhkan untuk hadirnya pembangunan berkelanjutan, apalagi Depok telah memiliki regulasi berkaitan dengan penyelenggaraan kota hijau.

“Dengan fokusnya pembangunan industri ke arah industri kreatif, Fraksi PKS Depok berharap akan memberikan kontribusi bagi laju pertumbuhan ekonomi. Selain itu dapat menciptakan iklim bisnis yang positif karena semua orang bebas berkarya dan pada akhirnya membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here