Bantuan Presiden Dipendam, Kemensos Cek Lapangan dan Ini Fakta Yang Ditemukan

146
Pihak Kemensos saat meninjau lokasi penimbunan sembako

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Paket sembako yang dipendam di Jalan Tugu Raya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, diduga bukan milik Kementrian Sosial.

Inspektur Jenderal (Dirjen) Kemensos RI, Dadang Iskandar mengatakan, setelah dilakukan pengecekan di lokasi kejadian penimbunan bantuan sosial, berkembang kabar berasal dari Kemensos namaun ternyata bukan.

“Tadi sudah kami cek di lokasi sisa karung beras ukuran 25 kg kemasan sama. Tapi tidak ada tulisan bantuan Presiden melalui Kementerian Sosial. Sehingga kami duga bansos yang ditimbun bukan milik Kemensos RI,” ujarnya, kemarin.

Ditegaskannya, pihaknya sudah mengantisipasi kejadian seperti itu dengan membuat logo khusus di kemasan bantuan presiden yang disalurkan melalui Kemensos.

“Tujuannya agar tidak disalahgunakan pihak tertentu. Seinget kami jaman Mentri Pak Juliari kami sudah minta pada Bulog barang yang disalurkan pada masyarakat oleh Kemensos itu ada berlabel bantuan presiden melalui Kemensos, itu cirinya,” katanya.

Pihaknya sudah mengantisipasi kalau terjadi sesuatu hal kepada bantuan itu jelas bahwa ini memang bersumber dari Kemensos, tidak disalahgunakan pihak tertentu.

“Namun di Depok tidak ditemukan label di karung bertuliskan Kemensos atau Bantuan Presiden,” jelasnya.

Dugaan bahwa beras tersebut bukan dari Kemensos diperkuat lagi lantaran Bulog tidak pernah bekerjasama dengan JNE.

Dadang menyebut, kerjasama yang dilakukan Bulog adalah dengan pihak SSI. Namun dia juga mengaku tidak tahu apakah kemudian pihak SSI memerintahkan JNE untuk penyaluran atau tidak.

“Pada saat penyaluran juga ini kan melalui Bulog, kami tidak melakukan kerjasama dengan JNE. Bulog kerjasamanya dengan SSI, tapi mungkin SSI menyuruh lagi pada JNE. Nah itu kami tidak paham. Artinya untuk penyaluran ini diduga bukan barang Kemensos,” terangnya.

Hingga saat ini lokasi penemuan dugaan bansos dipendam di lahan kosong KSU Tirtajaya Sukmajaya masih digaris polisi. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here