Pihak JNE Angkat Bicara Terkait Pemendaman Sembako Bantuan Presiden

22
Garis polisi masih terpasang di lokasi pemendaman sembako

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Pihak JNE menyebut adanya dugaan bantuan Presiden berupa beras yang dipendam di lahan kosong KSU, Tirtajaya, sudah sesuai prosedur.

Head of Media Relation Departement JNE, Kurnia Nugraha kepada wartawan mengatakan, terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

Kemudian menurut pihak perusahaan tersebut, dalam menjalankan bisnis selalu mengedepankan nilai-nilai berbagi, memberi, menyantuni dan saling menghargai serta menghormati seluruh pihak baik internal maupun eksternal perusahaan.

“Karena sudah melalui proses standar operasional, penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak. Kami dari JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan,” ujarnya, kemarin.

Sebagai perusahaan nasional yang bergerak dibidang jasa kurir ekspres dan logistik, JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, masyarakat serta pemerintah.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadap hal tersebut, JNE mendukung program pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerjasama dengan pihak terkait,” paparnya.

Dia memastikan bahwa JNE merupakan perusahaan asli Indonesia yang didirikan sejak tahun 1990 oleh almarhum H. Soeprapto Soeparno.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penyelidikan atas temuan beras yang dikubur di lahan kosong di KSU, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.

Lurah Tirtajaya, Muhammad Imron saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya sudah mengutus staf ke lokasi. Namun Ia belum memastikan tujuan dari penguburan beras tersebut.

“Saya utus staf untuk melakukan pengecekan Jumat kemarin. Prosesnya saya kurang paham, karena nanti harus melalui penyelidikan oleh aparat pemerintah,” tuturnya.

Imron menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada aparat kepolisian.

“Nanti kewenangannya ada di pihak terkait setelah itu baru seperti apa keputusan kebenaran di pengadilan,” katanya.

Dari pantauan, beras itu berada di dalam karung-karung berukuran 20 kg. Sebagian di antaranya tertutup terpal berwarna biru. Karung beras itu bertulisan ‘Beras Kita’. Tampak sebagian karung terbuka dan memperlihatkan beras yang sudah membusuk.

Hingga saat ini lokasi temuan beras itu terlihat dipasang garis polisi.

Seorang warga bernama Rudi Samin mengaku sebagai pemilik tanah mengatakan, awalnya mengaku bila mendapatkan informasi adanya beras berkarung-karung yang ditimbun di tanah miliknya.

Rudi sampai menyewa alat berat untuk menggali tanahnya dan menemukan beras berkarung-karung itu.

“Saya cari menggunakan manual tanggal 25 Juli mulanya tidak dapat. Karena penasaran, maka saya sewa yang namanya beko (ekskavator) selama 25 jam. Betul atau tidak di sini. Hari ketiga tanggal 29 Juli jam 2 siang saya temukan,” paparnya.

Dia yang mengaku memiliki lahan tersebut mendapat informasi dari salah satu rekannya yang bekerja di ekepedisi.

“Saya dapat informasi dari orang dalam JNE yang katanya ada pemendaman sembako,” katanya.

Rudi pun membuktikan informasi yang diterimanya dengan menggali lokasi yang diduga ada bansos dipendam.

Rudi menduga, sembako bantuan Presiden yang dipendam itu jumlahnya bukan satu melainkan mencapai satu container.

“Ini (sembako) dipendam. Artinya bukan satu ton tapi patut diduga satu kontainer membawa sembako dan kemudian dipendam disini,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here