Makna Bulan Muharam Bagi Wakil Wali Kota Depok

31
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono turut menyambut gembira dengan datanganya tahun baru Islam atau bulan Muharam 1444 Hijriah.

“Bagi saya Muharam adalah awal bulan dalam kalender bulan Hijriah yang digunakan umat Islam dalam penanggalan. Islam menggunakan bulan (Qomariyah) sebagai perhitungan waktu sesungguh lebih memudahkan dibandingkan dengan sistem matahari,” ujarnya kepada jurnaldepok.id, Sabtu (30/07).

Dikatakannya, seseorang dapat mengetahui keadaan bulan kapan awal bulan, kapan tengah bulan (bulan purnama) dan kapan akhir bulan. Walaupun dengan sistem kalender matahari (Syamsiah) tetap saja kita juga mengatakan bulan Januari, bulan februari dan seterusnya.

“Sementara patokan matahari jika dilihat dari posisi matahari tak bisa dilihat langsung dalam penanggalan, matahari hanya bisa digunakan sebagai waktu dalam hari, misalnya waktu fajar, waktu siang dan waktu malam,” paparnya.

Bulan Muharam, smabungnya, dalam sejarah Nabi Muhammad SAW adalah ditandai dengan mulai hijrahnya  Baginda dari Kota Makkah ke Kota Madinah. Ketika dakwah di Makkah sudah tidak dapat diterima dan dikembangkan lagi Rosulullah pindah (move on) ke tempat lain yang lebih baik.

“Jika kita lihat latar belakang hijrah tersebut dengan wafatnya istri Beliau Khodijah RA dan paman Beliau Abu Tholib yang selalu membantu, menjaga dan melindungi Rosulullah dari ancaman kafir Qurasy. Perpindahan beliau ke Kota Madinah ternyata membawa semangat baru, membawa kemenangan dan Kejayaan Islam,” ungkapnya.

Move On atau pindah adalah kata yang penting dalam Islam. Momentum tahun baru hijrah ini bisa kita jadikan langkah awal untuk move on. Bisa berbagai arti dalam kata move on ini.

“Bisa kita pindah tempat, pindah kerja, move on apapun dalam arti yang positip. Terutama dari yang buruk menjadi baik, dari yang jahiliyah ke cahaya Allah, dari yang jarang ibadah menjadi rajin ibadah, dari yang belum mengenal islam terus belajar memahami dan mengamalkan Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Muharam momentum bagi umat Islam untuk muhsabah diri dan meng up atau meningkatkan kebaikan dan tinggalkan yang buruk, yang menimbulkan dosa dan menimbulkan sisa.

“Waktu setahun memang tidak terasa, tiba-tiba sudah berganti tahun. Banyak teman, sahabat, keluarga, orang tua yang telah meninggalkan kita ditahun kemarin, apalagi covid 19 banyak yang wafat. Jadilah muslim yang beruntung, yaitu muslim yang tahun ini akan menjadi lebih baik dari tahun lalu. Ketika sudah move on teruslah Istiqomah,” tuturnya.

Bagaimana menjaga istiqomah, yakni  dekatkan diri lebih banyak kepada Allah.

“Bertemanlah dengan orang-orang yang sholeh. Membaca Quran dan mengamalkannya. Selamat Tahun Baru 1444 Hijriah semoga tahun ini menjadikan kita lebih baik dan tambah sholeh/sholehah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here