Pengembang Rancang Konsep Perumahan Yang Ramah & Layak Anak

26
Diskusi yang diselenggarakan pengembang perumahan dengan dokter spesialis tumbuh kembang anak

Laporan: Aji Hendro
Hunian sehat salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak agar tumbuh kembangnya optimal dan anak harus diberikan asih dan asuh, keamanan, juga kenyamanan yang maksimal.

Dokter Specialist Anak, dr. Kurniawan Satria Denta mengatakan itu saat berdiskusi bertema Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Hunian Sehat Dan Asri di Synthesis Huis.

Dia menambahkan, di Depok sudah ada RT hingga Kelurahan ramah anak.

“Kami rasa program itu bagus dalam upaya mengoptimalkan perkembangan anak di lingkungannya,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, anak membutuhkan stimulasi mulai dari tingkat paling sederhana yaitu keluarga.

“Pada masa pertumbuhan, anak itu tidak hanya berinteraksi dengan anggota keluarga tapi juga dengan lingkungan sekitar. Karenanya, fasilitas umum yang ada di komplek hunian, sudah seharusnya lah didesain seaman mungkin untuk anak,” paparnya.

Ia menambahkan, hal yang perlu diketahui orang tua dalam menata hunian agar tumbuh kembang anak terbentuk optimal, yaitu memperhatikan faktor keamanan juga kesehatan.

“Maksimalkan ventilasi cahaya dan udara, termasuk sanitasi dan sumber airnya. Perhatikan juga material yang aman saat anak beraktivitas. Misalnya menempatkan railing pada tangga dan karpet dilantainya. Tumbuh kembang itu dipengaruhi oleh kesehatan sang anak. Kalau anak sakit, tentunya perkembangannya bisa terhambat,” katanya.

Sementara itu, psikolog klinis, Muharini Aulia menuturkan, untuk mendukung pertumbuhan anak dibutuhkan keseimbangan antara wilayah privasi dan ruang publik.

“Dari sisi psikologis keberadaan kawasan hunian memang tidak berdampak langsung pada anak, namun jika kawasan hunian itu sehat tentunya anak dapat tumbuh dan berkembang optimal. Karenanya dibutuhkan ruang luar yang memang oksigen dan udaranya baik,” tandasnya.

Dikatakannya, pihak developer umumnya menempatkan area hijau sebagai sarana publik, namun kerap kali yang terjadi justru penghuni tidak memanfaatkan ruang itu.

“Sudah seharusnya orang tua memiliki peran untuk memperkenalkan dan membiasakan anak berinteraksi di ruang publik,” katanya.

Diharapkan kedepannya ada pengembang atau developer yang menciptakan perumahan atau hunian ramah anak.

Managing Director Synthesis Huis, Aldo Daniel menambahkan, setiap unit huniannya memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya, memiliki jendela dan halaman terbuka di area belakang rumah sehingga membantu cahaya masuk, juga cross ventilation udara serta indoor garden di unit tertentu.

Pihaknya ingin memberikan sentuhan unsur alam berupa taman di dalam rumah. Pihaknya menempatkan green spine pedestrian yang menghubungkan antar unit hunian dan membangun fasilitas umum berdampingan dengan hutan kota untuk interaksi penghuni.

“Menciptakan lingkungan hunian yang sehat merupakan komitmen kami. Harapannya, Synthesis Huis menjadi kawasan hunian yang mampu mengakomodir kebutuhan keluarga dan berupaya memberikan kenyamanan tidak hanya bagi orang tuanya tapi juga untuk anaknya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here