Gudang PN Depok Dibobol Maling, Polisi Selidiki dan Beberkan Hasil Temuan

54
ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok masih memburu para pelaku pencurian 13 unit Air Conditioner atau AC yang dicuri dari Gudang Pengadilan Negeri Kota Depok.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki hilangnya 13 unit AC di gudang sementara Pengadilan Negeri Depok di Kompleks Anyelir 3, Cilodong.

“Iya (tak ada CCTV), jadi masih kami lidik manual saja dulu. Sementara tim lapangan sudah di sana dokumentasi,” ujarnya, kemarin.

Yogen menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan PN Depok. Barang yang hilang dikatakannya sudah tidak terpakai, tetapi statusnya masih milik negara.

“Kami bantu PN untuk mencari pelakunya, termasuk barang-barangnya nanti,”katanya.

Yogen menyebut barang yang diambil pencuri terletak di dalam gudang. Sementara ada barang lain yang tertinggal diduga milik pelaku dan telah diamankan pihak polisi.

“Masih koordinasi juga termasuk ada beberapa barang yang diduga milik pelaku yang tertinggal ya,” paparnya.

Yogen menduga jika pelaku menjalankan aksinya menggunakan kendaraan. Hal itu lantaran barang yang hilang bukan dalam jumlah yang sedikit.

“Kemungkinan menggunakan kendaraan, karena memang alat yang dibawa juga banyak, kami masih cek,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya gudang Pengadilan Negeri (PN) Depok di Kompleks Anyelir 3, Cilodong, Depok, dibobol maling.

Pejabat Humas Pengadilan Negeri Depok, Hanafi mengatakan, gedung tersebut merupakan bangunan semipermanen yang berdiri di tanah peruntukan rumah dinas. Kejadian hilangnya 13 unit AC itu diketahui pukul 08.30 WIB.

“Iya benar gudang penyimpanan barang-barang milik PN Depok telah terjadi pencurian. Sementara dari informasi (hilang) AC outdoor 13 unit tapi masih informasi sementara menunggu laporan pemeriksaan,” ungkapnya.

Hanafi menyebut awalnya pencurian diketahui saat pegawai pengadilan datang ke gudang melihat ada kerusakan di dinding bangunan dan seng juga disebut rusak.

Di saat pegawai pengadilan datang ke gudang melihat ada kerusakan di dinding bangunan sementara yang menjadi tempat penyimpanan barang.

“Tidak diketahui bagaimana kejadian pencuriannya. Pegawai datang, ada barang yang hilang dan ada dinding seng yang rusak,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here