Banyak Sampah & Kayu, Banjir Mampang Terus Berulang Siapa Yang Harus Disalahkan?

136
Petugas Damkar saat melakukan sumbatan air kali dari sampah dan batang kayu

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sejumlah pengguna jalan mengaku kesal dengan peristiwa banjir yang kerap terjadi di Perempatan Mampang. Pasalnya genangan air diatas bidang jalan tak hanya mengganggu kelancaran aktivitas lalu lintas, namun juga membuat kawasan seputar bidang jalan menjadi kumuh lantaran dipenuhi material sisa banjir berupa lumpur dan sampah.

Irvan, salah satu pengguna jalan mengaku tak mengerti mengapa kejadian banjir di perempatan Mampang terus berulang dengan penyebab yang sama yakni sumbatan sampah di kolong jembatan depan Masjid Attaqwa Mampang.

“Banjir seperti ini sudah berulang kali terjadi, seharusnya pemerintah atau dinas terkait sudah membenahi titik banjir yang katanya berada dikolong jembatan sehingga jika debit air meningkat, sampah tidak lagi nyangut di bawah jembatan dan membuat air meluap ke bidang jalan dan pemukiman warga,” ujar Irvan, Senin (25/07).

Keluhan senada dilontarkan oleh Anwar Sanusi, salah satu pengguna jalan yang mengaku setiap hari melintas di Perempatan Mampang.

“Saya kok kurang paham mengapa masalah banjir di Mampang tidak bisa diatasi oleh pemerintah, padahal penyebab luapan air yang memicu banjir dari dulu sama dan itu-itu juga,” tandas Sanusi.

Disisi lain, Fauzi salah satu pengendara sepeda motor mengeluhkan lambannya penanggulangan banjir di Mampang oleh para petugas terkait.

“Dari tadi saya cuma melihat ada satu unit mobil Damkar dan satu orang Polisi, sementara banjir sudah terjadi dari semalam, bahkan katanya kemarin siang juga air dari Kali Cabang Barat ini sempat meluap lalu surut dan meluap lagi malam harinya,” katanya.

Saat dikonfirmasi Jurnal Depok, salah satu petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Iwan mengatakan, telah mengerahkan sejumlah personel untuk membantu mengeluarkan sejumlah batang pohon besar yang menyumbat bagian kolong jembatan dan ditengarai menjadi penyebab terjadinya luapan air.

“Kami sudah menurunkan sejumlah personel untuk membantu mengeluarkan batang pohon besar dari kolong jembatan, dan memang betul setelah beberapa batang dan cabang pohon berhasil dikeluarkan dari kolong jembatan, laju air menjadi lancar dan luapan air di bidang jalan menjadi surut,” ungkapnya.

Iwan mengatakan, selain sampah yang dibuang di bidang kali, hal lain yang menjadi pemicu terjadinya banjir adalah minimnya area resapan air dan pendangkalan kawah kali.

“Sekarang area resapan air terus tergerus pembangunan, di sisi lain jumlah sampah yang dibuang ke kawah kali jumlahnya terus bertambah dan begini akibatnya air akan meluap ke bidang kali dan pemukiman warga,” tukas Iwan.

Selain sempat membuat aktivitas lalu lintas lumpuh selama beberapa jam, luapan air di seputar perempatan Mampang juga menyisakan tumpukan sampah dan lumpur disisi ruas Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Pramuka 1 menuju arah Grogol dan Jalan Raya Pramuka 2 menuju arah Jembatan Serong Cipayung. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here