Jalan jadi Kotor & Rusak, Warga Meruyung Protes Angkutan Tanah Proyek Tol Cijago

87
Terlihat kotor kondisi Jalan Meruyung akibat mobilisasi truk pengangkut tanah

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah warga Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, mengeluhkan banyaknya ceceran tanah merah dari truk pengangkut tanah proyek Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) yang mengotori bidang jalan dan memicu munculnya debu diseputar jalan raya.

Ketua RW 01, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Abdul Gani mengatakan, aktivitas pengangkutan tanah proyek Tol Cijago tak hanya membuat kumuh bidang jalan namun juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan terlebih lanjut dia banyak sopir truk pengangkut tanah ugal ugalan saat membawa kendaraan truk pengangkut tanah sehingga berpotensi memicu bahaya bagi para pengguna jalan.

“Banyak masalah sebagai dampak dari aktivitas angkutan tanah proyek tol di Jalan Raya Meruyung hingga Jalan Raya Limo. Pertama ruas jalan menjadi kotor dan membuat kawasan jalan berdebu, kedua menyebabkan kerusakan bidang jalan dan yang lebih membahayakan lagi sopir truk pengangkut tanah kerap ugal-ugalan saat membawa kendaraan. Ini bukan omong kosong beberapa hari lalu petugas kebersihan lingkungan kami keserempet motor gara-gara menghindari mobil truk pengangkut tanah tol yang melintas,” ujar Abdul Gani saat menghadiri pertemuan dengan bagian Humas kontraktor pelaksana proyek Tol Cijago di aula Kantor Kelurahan Meruyung, Jumat (22/7).

Terkait hal ini, Abdul Gani meminta kepada pelaksana proyek Tol Cijago untuk lebih tertib mengatur jadwal pemberangkatan truk pengangkut tanah agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat terlebih kata dia dipinggir Jalan Raya Meruyung terdapat lima sekolah dasar (SD) dan sejumlah Masjid dan Musholah.

“Kami minta saat jam masuk dan keluar sekolah tidak ada lalu lalang kendaraan truk pengangkut tanah karena itu sangat membahayakan anak-anak sekolah, begitu juga saat masuk waktu sholat hendaknya mobil pengangkut tanah tol jangan melintas dulu karena suara bising kendaraan truk menganggu orang yang sedang melaksanakan sholat di Masjid atau Musholah,” tegas Abdul Gani.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry.

Dikatakan Derry, semula warga berencana melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap aktivitas pengangkutan tanah proyek tol yang melintas di ruas Jalan Raya Meruyung.

“Warga kami banyak yang marah dan berencana mau demo karena aktivitas pengangkutan tanah proyek tol yang membuat jalan menjadi kotor dan memicu munculnya debu dimana-mana. Untuk itu kami berinisiatif memanggil pihak pelaksana proyek guna membicarakan hal ini. Alhamdulillah dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Pak Lurah, pihak pelaksana proyek tol telah membuat surat perjanjian untuk membersihkan tanah yang tercecer di bidang jalan dan akan memperbaiki bidang jalan yang rusak akibat sering terlindas kendaraan truk pengangkut tanah yang bertonase tinggi, kami akan kawal terus janji pihak pelaksana proyek tol,” tandas Supian.

Terpisah, Lurah Meruyung, H. Yuyun Purwana mengaku lega lantaran sudah ada kesepakatan secara tertulis antara perwakilan warga dengan pihak kontraktor pelaksana proyek Tol Cijago terkait masalah ceceran tanah dari mobil pengangkut tanah proyek Tol Cijago.

“Kami berharap pihak pelaksana tol dapat melaksanakan butir kesepakatan yang telah ditanda tangani, sehingga tidak ada lagi gejolak susulan dari warga yang memperotes soal aktivitas pengangkutan tanah proyek tol,” pintanya.

Disisi lain, perwakilan kontraktor pelaksana proyek tol Cijago, Haris Fadillah berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan dengan warga kepada manajemen kontraktor pelaksana proyek Tol Cijago untuk segera ditindak lanjuti. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here