Aduh…Mau Tawuran, Gangster Bawanya Jimat Bulu Perindu dan Semar Mesem

108
Aparat kepolisian saat mengamankan kelompok remaja terduga tawuran

Cimanggis | jurnaldepok.id
Kelompok gangster Depok-Bogor yang diduga akan melakukan tawuran di daerah Cimanggis, berhasil diciduk anggota Tim Patroli Printis Presisi (3P) dengan barang bukti sejumlah jimat.

Anggota tim 3P dipimpin Wakatim 3P, Aiptu Suwinta dibantu 12 personil mendapat informasi bahwa akan ada tawuran antara dua kelompok gangster Depok-Bogor Bersatu (DBB) dengan Anak Lenteng Agung (ALA) di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, berhasil dibekuk.

“Dari total 20 motor yang berhasil diamankan, empat unit motor dengan total pelaku tujuh orang langsung diberhentikan. Mereka berhasil dicegat anggota di Jalan Raya Bogor (Wifi), Cimanggis Kota Depok,” ujar Wakatim 3P, Aiptu Suwinta, kemarin.

Dia menambahkan, ketujuh remaja yang diamankan masih rata-rata usia belasan tahun dan masih ada yang duduk di bangku SMP dan membawa sejumlah jimat.

“Saat kami lakukan penggeledahan para pelaku, anggota tidak mendapatkan senjata tajam namun yang mengangetkan ada sejumlah Jimat Bulu Perindu dan Semar Mesem,” paparnya.

Berdasarkan keterangan para pelaku yang diamankan, lanjut Suwinta, sebelumnya kelompok pelaku gabungan gengster dari Sawangan, Pasir Putih dan Bogor ini tengah minum-minuman keras.

“Kami ketahui mereka live di Instagram Cibinong yang akan bergerak menyerang kelompok ALA di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, melewati Jalan Raya Bogor,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, aksi itu dapat dicegah dan dari 20 motor, yang berhasil diamankan hanya empat motor sementara teman-teman lainnya bubar kocar-kacir. Setelah itu ketujuh pelaku bersama empat motor jenis matik yang diamankan langsung oleh tim 3P dibawa ke Polsek Cimanggis untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Saat itu juga langsung kami serahkan para pelaku beserta barang bukti ke Polsek Cimanggis di SPKT. Di tangan mereka ditemukan jimat Bulu Prindu dan Semar Mesem yang konon katanya dapat berkhasiat sebagai penarik cewek dan buat yang kebal bacok senjata tajam,” ungkapnya.

Terpisah Katim 3P, AKP Winam Agus mengatakan, dari peristiwa itu ia melihat ketujuh pelaku usia masih rata-rata belasan tahun dan masih ada yang duduk di bangku SMP.

“Kami berharap orang tua lebih memantau para anak-anaknya untuk lebih diperhatikan lagi dan jika mau ke luar malam tidak diijinkan keluar sampai larut malam, ini untuk mencegah salah pergaulan sehingga dapat berdampak negatif,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here