Alhamdulillah…Bantuan untuk Korban Banjir Terus Berdatangan

54
Sejumlah bantuan untuk korban banjir tiba di kantor Kecamatan Bojongsari

Bojongsari | jurnaldepok.id
Kantor Kecamatan Bojongsari mulai menerima bantuan untuk korban banjir yang berada di tiga wilayah kelurahan yakni Duren Mekar, Curug dan Kelurahan Bojongsari.

“Kami salurkan bantuan ini untuk tiga wilayah kelurahan di Bojongsari, kami salurkan apa yang ada di posko kami,” ujar Gandara Budiana, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok melalui Pengelola Gudang, Bambang, Senin (18/07).

Bantuan yang diberikan, sambungnya, berupa tas sekolah, celana sekolah, sabun cuci, sanitizer dan mainan anak.

“Kami serahkan ke kecamatan, nanti kecamatan menyalurkan ke kelurahan-kelurahan, kami droping saja kesini,” paparnya.

Sementara itu Camat Bojongsari, Mursalim melalui Kasie Pemerintahan dan Trantib, Dedeh Ruyatna mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Depok dalam hal ini DPKP yang telah menyalurkan bantuan ke wilayahnya.

“Terimakasih kepada Dinas Damkar yang telah menyalurkan bantuan ini. Mudah-mudahan masyarakat yang saat ini terkena musibah dapat terbantu serta sabar dalam menerima ujian ini,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan nantinya akan diserahkan langsung ke masing-masing kelurahan.

“Kondisi di lapangan memang masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, karena banyak dari mereka yang barang-barangnya hanyut terbawa arus air. Kami tetap siaga dengan perahu karet dan dapur umum,” jelasnya.

Sebelumnya sebanyak 2.000 jiwa dari 600 kepala keluarga di Perumahan Bukit Sawangan Indah (BSI) Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, menjadi korban banjir, Sabtu (16/07).

Ketua RW 05 Duren Mekar, Gesit Mulyawan mengatakan, hingga kemarin pagi warganya masih disibukan dengan aksi bersih-bersih rumah pasca terendam banjir.

“Ada sekitar 2.000 jiwa yang terdampak banjir. Tahun ini jumlah RT di wilayah kami yang terendam banjir bertambah. Dimana, dari banjir sebelumnya yakni 2020, jumlah lingkungan RT yang terendam banjir hanya delapan RT di tahun ini bertambah jadi 10 RT,” ujar Gesit kepada Jurnal Depok, Minggu (17/07).

Selain disibukan dengan bebersih rumah dan lingkungan, warga di lingkungannya juga tengah melakukan bakti sosial dengan memberikan sarapan pagi kepada warga yang kurang mampu dan terdampak banjir.

Dikatakannya, ratusan paket sarapan pagi yang diberikan itu berasal dari swadaya masyarakat dan ada juga bantuan dari pemerintah kota.

“Kami sudah menerima bantuan berupa bahan kebutuhan poko dari Pemkot Depok yang disalurkan melalui Tagana dan PMI. Puskesmas juga sudah turun ke lokasi untuk membantu kesehatan warga,” paparnya.

Namun begitu, sambungnya, bantuan sembako masih dibutuhkan untuk dapur umum dikarenakan masih banyak warga yang belum bisa melakukan aktivitas memasak karena dapurnya masih basah.

Tak hanya sembako, warga juga masih membutuhkan kehadiran mobil truk pengangkut sampah. Pasalnya, masih banyak sampah berukuran besar seperti kasur dan lainnya yang harus diangkut menggunakan truk.

Lebih lanjut ia mengatakan, banjir di wilayahnya dikarenakan masalah klasik yakni meluapnya air Kali Angke. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here