2.000 Warga Perumahan BSI jadi Korban Banjir, Truk Pengangkut Sampah Masih Dinanti

133
Camat Bojongsari beserta Lurah Duren Mekar saat meninjau lokasi banjir di Perumahan BSI

Bojongsari | jurnaldepok.id
Sebanyak 2.000 jiwa dari 600 kepala keluarga di Perumahan Bukit Sawangan Indah (BSI) Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, menjadi korban banjir, Sabtu (16/07).

Ketua RW 05 Duren Mekar, Gesit Mulyawan mengatakan, hingga kemarin pagi warganya masih disibukan dengan aksi bersih-bersih rumah pasca terendam banjir.

“Ada sekitar 2.000 jiwa yang terdampak banjir. Tahun ini jumlah RT di wilayah kami yang terendam banjir bertambah. Dimana, dari banjir sebelumnya yakni 2020, jumlah lingkungan RT yang terendam banjir hanya delapan RT di tahun ini bertambah jadi 10 RT,” ujar Gesit kepada Jurnal Depok, Minggu (17/07).

Selain disibukan dengan bebersih rumah dan lingkungan, warga di lingkungannya juga tengah melakukan bakti sosial dengan memberikan sarapan pagi kepada warga yang kurang mampu dan terdampak banjir.

Dikatakannya, ratusan paket sarapan pagi yang diberikan itu berasal dari swadaya masyarakat dan ada juga bantuan dari pemerintah kota.

“Kami sudah menerima bantuan berupa bahan kebutuhan poko dari Pemkot Depok yang disalurkan melalui Tagana dan PMI. Puskesmas juga sudah turun ke lokasi untuk membantu kesehatan warga,” paparnya.

Namun begitu, sambungnya, bantuan sembako masih dibutuhkan untuk dapur umum dikarenakan masih banyak warga yang belum bisa melakukan aktivitas memasak karena dapurnya masih basah.

Tak hanya sembako, warga juga masih membutuhkan kehadiran mobil truk pengangkut sampah. Pasalnya, masih banyak sampah berukuran besar seperti kasur dan lainnya yang harus diangkut menggunakan truk.

Lebih lanjut ia mengatakan, banjir di wilayahnya dikarenakan masalah klasik yakni meluapnya air Kali Angke.

“Faktor hujan yang lebat membuat air Kali Angke di bendungan Ragamukti, Kabupaten Bogor, meluap. Memang sudah pernah diturap, namun turapnya kurang tinggi dan air masih meluap. Boleh dikatakan ini banjir dua tahunan,” katanya.

Sebelumnya, sambungnya, banjir juga terjadi pada 2018, 2020 dan sekarang di 2022. Namun ketinggian air saat banjir kemarin mencapai 1,5 meter.

Lurah Duren Mekar, Yadi Supriadi mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk membantu warganya yang terkena banjir.
“Alhamdulillah sejak Sabtu sore kemarin air sudah surut dan tidak ada lagi yang mengungsi. Kami terus memonitor kebutuhan warga pasca banjir,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok melakukan sejumlah evakuasi terhadap warga yang terperangkap banjir di empat lokasi. Banjir disebabkan hujan deras yang terus mengguyur Kota Depok sejak, Jumat (15/07) sore hingga, Sabtu (16/07) yang mengakibatkan kali di sekitarnya meluap.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Welman Naipospos menuturkan, lokasi pertama pihaknya melakukan pengecekan ketinggian banjir di Jalan Mandor Jaun II RW 01, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas. Di lokasi ini ketinggian air mencapai kurang lebih 30 sentimeter.

“Kemudian, lokasi kedua di Jalan Masjid Ar Rahman RT 02 RW 08 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan. Air mencapai ketinggian dua meter dan 30 warga dievakuasi ke tempat yang tidak banjir,” tuturnya seperti dilansir berita.depok.go.id, Sabtu (16/07/22). n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here