Pura-pura Ngamen, Tiga Maling Burung Diciduk Polisi

41
Polisi saat mengamankan maling burung

Tapos | jurnaldepok.id
Tiga remaja yang biasa mengamen diamankan Tim Patroli Presisi Polres Metro Depok karena diduga mencuri burung kicau peliharaan warga di Jalan Karet Kapitan, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Kasi Humas Polsek Cimanggis, Ipda Nanang Priyo mengatakan, sekitar pukul 02.30 WIB petugas piket SPKT dan Reskrim Polsek Cimanggis mendapatkan penyerahan tiga orang pelaku berusia remaja belasan tahun, dugaan telah mencoba mencuri burung berserta kandang.

“Aksinya tersebut keburu ketangkap oleh anggota Katim Presisi pimpinan AKP Winam Agus. Ketiga pelaku rata-rata berusia belasan tahun merupakan pengamen yang sudah putus sekolah, mereka keburu ketangkap anggota Presisi saat akan mau mencoba mencuri kandang burung milik warga yang lagi ditaruh depan teras rumah,” ujarnya, kemarin.

Namun aksi mereka diketahui dan langsung diamankan ke Polsek Cimanggis oleh anggota Tim Presisi Polres Metro Depok.

“Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau dan kandang burung,” katanya.

Dikatakannya, tim patroli presisi sedang lakukan patroli mencurigai sepeda motor yamaha Mio tanpa plat nomor berboncengan tiga orang sambil membawa kandang berisi burung love bird.

“Petugaa memeriksa dan meminta keterangan, para pelaku telah mengakui mencuri burung beserta kandang di daerah Ciherang Kecamatan Tapos,” tambahnya.

Rencana burung yang baru dicuri pelaku tersebut akan dijual dan hasilnya dibagi bertiga.

“Sehari-hari profesi ketiga pelaku ini adalah mengamen. Diduga kemungkinan ada kesempatan para pelaku nekad mencuri, namun apes di jalan dapat ditangkap petugas,” tuturnya.

Sementara itu Nanang mengatakan, sampai saat ini dari pemilik atau korban yang merasa kehilangan burung belum juga melapor ke Polsek Cimanggis.

“Jika tidak ada korban yang melapor ke Polsek sampai batas waktu yang ditentukan, maka proses hukum tidak dapat berjalan. Sehingga pelaku akan dilakukan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here