Tak Hanya Dibakar, Barang Bukti Hasil Kejahatan Dimusnahkan Dengan Blender

36
Kajari bersama Forkopimda saat menunjukkan barang bukti yang akan dimusnahkan

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok melaksanakan pemusnahan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Barang bukti yang dimusnahkan itu berasal dari 155 kasus pada periode tahun 2021 hingga 2022 di halaman Kantor Kejari Depok, Rabu (6/7).

Barang bukti yang dimusnahkan berupa enam kilo lebih ganja dan enam kilolebih sabu. Selain itu, trihexphenidyl sembilan tablet, LSD dua blot, sembilan buah celurit, dua buah golok, lima buah pisau, satu buah parang dan satu buah arit.

Barang lainnya satu buah pedang, dua buah samurai, satu buah kujang, dan uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 799 lembar, pecahan Rp 10.000 sebanyak 81 lembar serta pecahan Rp 5.000 sebanyak 22 lembar.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Mia Banulita mengatakan, pemusnahan barang bukti merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kejaksaan selaku eksekutor dalam penanganan perkara pidana umum.

“Kejaksaan sebagai salah satu institusi penegak hukum. Disamping melakukan penuntutan, Kejaksaan juga bertugas sebagai eksekutor terhadap putusan Pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” ujar Mia, kemarin.

Kegiatan ini, kata Mia, untuk mendukung program tindak pidana umum dalam penanganan perkara sampai tuntas.

“Pemusnahan ini merupakan tugas dari kejaksaan sebagai pelaksana putusan, dan agar barang bukti tersebut tidak dipergunakan lagi. Selain itu untuk menghindari penumpukan barang bukti yang ada di Kejaksaan Negeri Depok. Tentunya ini dari perkara yang sudah inkrah, kami laksanakan pemusnahan,” paparnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari Depok, M Adib Adam menambahkan, barang bukti berupa narkotika jenis sabu dan psikotropika dimusnahkan dengan cara melarutkan dengan blender dan air tinta.

“Barang bukti lainnya dilakukan dengan cara dihancurkan dan dibakar. Sementara untuk senjata tajam dengan menggunakan alat pemotong,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here