Makam Wanita Yang Tewas Dibunuh Pacarnya dan Dibuang ke Kali Krukut Dibongkar

181
Petugas forensik saat melakukan autopsi terhadap jenazah IM

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Petugas Kepolisian Polres Metro Depok dan Tim Forensik Rumah Sakit Polri Soekanto Kramat Jati membongkar makam korban pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya.

Dimana, jasada korban yakni IM ditemukan tewas di Kali Krukut perbatasan Depok dengan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Lokasi makam berada di TPU Vitara, Jalan Kramat Asem Pancoran Mas, Kota Depok, yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Pantauan di lokasi terlihat tim Inafis dari Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok dan beberapa personil kepolisian berseragam mengawal pembongkaran makam tersebut.

Ada dua dokter forensik dan sekitar tujuh tim medis pada autopsi jenazah tersebut. Nampak beberapa warga setempat serta pengurus lingkungan hadir untuk melihat proses itu.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar kepada wartawan mengatakan, pembongkaran makam dilakukan untuk keperluan penyidikan.

“Kami bongkar makam korban untuk keperluan autopsi, karena saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Rabu (06/07).

Imran mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku berinsial FR membunuh IM dengan cara mencekik lehernya menggunakan kain sarung. Setelah mencekik, pelaku lalu membuang korban ke Kali Krukut.

Sebelumnya, pria berinisial FR alias Panjeng ditangkap dan ditembak aparat Kepolisian Polres Metro Depok karena telah membunuh seorang Wanita, Imelga Dwiyani dengan cara mencekik.

Dimana jasad korban ditemukan di Kali Krukut yang terletak antara Limo Kota Depok dan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (30/06) lalu.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar pada gelar perkara mengatakan, kejadian ini berawal dari perselisihan antara korban dengan pelaku.

“Dimana pelaku merupakan pacar korban yang merasa cemburu ketika membaca pesan atau chat di telepon genggam korban,” ujarnya, Selasa (05/07).

Korban diduga menerima chat dari salah seorang laki-laki dengan kata-kata percakapan bahasa sayang. Pesan tersebut terbaca oleh pelaku sehingga pelaku cemburu dan marah.

“Nah, kebetulan terbaca oleh si pelaku, kemudian ia memaksa korban untuk menghubungi si pelaku, begitu HP ini nyambung si laki-laki ini mematikan HP tersebut, di situlah terjadi cekcok mulut,”katanya.

Cekcok terus terjadi antara korban dengan pelaku yang akhirnya pelaku membawa korban ke salah satu saung di kawasan Limo.

“Dikarenakan kesal, pelaku lalu membunuh korban dengan cara dicekik dibagian lehernya dengan menggunakan sarung yang ada di saung tersebut,” paparnya.

Korban akhirnya meninggal dunia pada, Rabu (29/6) malamnya lalu dibuang pelaku ke Kali Krukut. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here