Gegara Wabah Penyakit Mulut & Kuku, Omzet Penjualan Hewan Kurban Menurun Drastis

55
Salah satu lapak penjualan hewan kurban di wilayah Limo

Laporan: Asti Ediawan
Meskipun kondisi ekonomi masyarakat sudah mulai membaik pasca pandemi namun hal itu belum berdampak terhadap peningkatan omzet penjualan hewan kurban pada tahun ini.

Demikian diungkapkan Suhada pemilik lapak hewan kurban di Jalan Raya Limo RT 03/04, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Suhada kenaikan harga hewan kurban dan kekhawatiran masyarakat terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditengarai menjadi penyebab turunnya omzet penjualan hewan kurban.

“Harga naik sekitar 10 persen dari tahun lalu, dan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga mungkin menjadi penyebab turunnya minat masyarakat untuk membeli hewan kurban tahun ini, tapi Alhamdulillah omzet penjualan kami tidak turun terlalu besar dan masih ada tenggang waktu 4 hari lagi untuk kami menjual hewan kurban dilapak kami,” ujar Suhada kepada Jurnal Depok, kemarin pagi.

Dikatakan Suhada, pada tahun lalu pihaknya bisa menjual hewan kurban Sapi sebanyak 40 ekor dan Kambing 200 ekor sementara hingga Rabu pagi lapak miliknya baru menjual 32 hewan kurban jenis Sapi dan hewan kurban kambing sebanyak 130 ekor.

“Seperti biasanya kami mendatangkan hewan kurban jenis Sapi dari daerah Tegal Jawa tengah sedangkan untuk hewan kurban jenis Kambing dan Domba kami datangkan dari daerah Cianjur Jawa Barat, dan untuk menjamin hewan kurban dalam kondisi sehat, kami telah memvaksin semua hewan kurban dilapak dan melaksanakan penyemprotan anti virus di areal lapak penjualan hewan kurban, dan semua hewan kurban kami telah menjalani pemeriksaan dari Dinas terkait Pemkot Depok, hal ini kami lakukan untuk memastikan hewan kurban yang kami jual dalam kondisi baik dan sehat,” tutur Suhada.

Dia menambahkan, kenaikan harga hewan kurban tahun ini berkisar antara 8 hingga 10 persen dari tahun lalu.

“Kami menjual hewan kurban jenis Sapi Bali dengan kisaran harga Rp 18 hingga 23 juta, sementara untuk Sapi jenis Limosin harganya mencapai Rp 50 jutaan sedang untuk hewan kurban jenis Kambing dan Domba kami jual dengan harga Rp 2,5 hingga Rp 6 juta,” imbuhnya.

Dia berharap dalam tiga hari kedepan penjualan akan meningkat sehingga penurunan omzet tidak terlalu besar.

“Untuk hewan Kurban jenis Sapi penurunan omzet tidak terlalu besar tapi untuk jenis Kambing dan Domba sepertinya akan terjadi penururan jumlah penjualan yang cukup signifikan, tapi mudah mudahan di tiga hari kedepan penjualan bisa lebih meningkat lagi,” tutup Suhada. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here