Gegara Kasus Fitnah HRS Mencuat, SDN 03 Pondok Petir Awasi Guru Bermedsos

76
Seorang warga saat mendatangi SDN 03 Pondok Petir

Bojongsari | jurnaldepok.id
Buntut dari kasus Eni Rohaeni, seorang oknum guru honorer yang memfitnah Habib Rizieq Shihab (HRS) minggu lalu, pihak SDN 03 Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, kini memperketat pengawasan terhadap guru dalam menggunakan media social.

“Atas kejadian itu, kami dari pihak sekolah pasti akan lebih memperketat lagi pengawasan terhadap guru dalam bermedia social,” ujar Jayadih Akhir, Kepala SDN 03 Pondok Petir kepada Jurnal Depok, kemarin.

Pasalnya, kata dia, peristiwa tersebut bukan hanya menjadi issue Depok saja melainkan sudah menjadi issue nasional.

“Tujuannya agar mereka lebih berhati-hati dan lebih dewasa dalam bermedsos, sehingga peristiwa tersebut tidak terulang lagi,” paparnya.

Sebelumnya, akibat cuitannya yang memfitnah Habib Rizieq Shihab di media sosial, seorang oknum guru honorer, Eni Rohaeni terpaksa ‘dirumahkan’ sementara oleh pihak sekolah yakni SDN 03 Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari.

“Untuk sementara kami pending dulu (Dirumahkan,red), kami masih menunggu arahan dari hasil BAP yang dilakukan Disdik. Belum (mengajar,red), kami serahkan selanjutnya ke Disdik. Kemarin sudah di BAP oleh Pak Sekdis, Pak Kabid dan Bagian Umum juga,” ujar Jayadih Akhir, Kepala SDN 03 Pondok Petir kepada Jurnal Depok, Selasa (05/07).

Ia menambahkan, pihaknya sudah meminta yang bersangkutan untuk menunggu di rumah sambil menunggu keputusan dari Disdik.

“Keputusan dari sekolah untuk menonaktifkan tidak ada, namun kami minta yang bersangkutan menunggu di rumah sambil menunggu keputusan dari Disdik. Kalau sudah ada keputusan dari Disdik kami akan ikuti keputusan itu,” paparnya.

Lebih lanjut Zarkasih mengatakan, yang bersangkutan merupakan seorang guru Bahasa Sunda yang sudah hampir satu tahun mengajar di SDN 03 Pondok Petir.

Zarkasih yang baru memimpin SDN 03 Pondok Petir selama tujuh bulan, tidak menyangka ada anak buahnya yang terjerat kasus tersebut.

“Beliau mengajar sejak 2008, memang lamanya bertugas di SDN Serua 01 namun di SDN 03 Pondok Petir baru satu tahun,” jelasnya.

Dikatakannya, setiap dua bulan sekali para guru di sekolahnya diberikan pembekalan terkait tata cara berkomunikasi yang baik termasuk dalam menggunakan media social.

“Namun yang namanya manusia kami juga enggak paham kenapa bisa terjadi seperti ini. Pada saat BAP oleh Disdik pun buku pembinaannya kami bawa sebagi bukti bahwa kami dari pihak sekolah rutin melakukan pembinaan minimal dua bulan sekali,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here