Musim PPDB, Jalur Zonasi Rentan Disusupi Siswa Titipan

242
Panitia PPDB saat melaksanakan tugas

Limo | jurnaldepok.id
Koordinator Forum Pemuda Limo (FPL), Lukman Hakim menyoroti penerapan jalur Zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri.

Pasalnya, kata dia, selain sulit untuk melakukan pengecekan siapa saja yang diterima melalui jalur Zonasi beserta alamat rumah tempat tinggal calon siswa, masyarakat juga tidak mengetahui secara pasti sistem penerimaan jalur tersebut baik terkait radius atau jarak sekolah dengan rumah calon siswa maupun kebijakan lain jika kuota zonasi tidak terpenuhi dengan penetapan radius tersebut.

“Kita bisa ambil contoh untuk SMAN 6, jumlah kuota siswa baru dari jalur Zonasi sebanyak 160 siswa, perlu dipertanyakan apakah nanti semua siswa sebanyak 160 itu murni dan sah lulus persyaratan zonasi seperti jarak antara sekolah dengan tempat tinggal calon siswa dan jika nanti dalam radius yang telah ditetapkan ternyata jumlah yang lolos persyaratan tidak memenuhi kuota lalu sisa dari kuota itu diambil dari jalur apa ? ini bisa menimbulkan celah untuk siswa titipan,” ujar Lukman Hakim.

Untuk memenuhi unsur keadilan bagi masyarakat khususnya para calon siswa baru, Lukman meminta kepada panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri hendaknya bisa lebih transparan dalam mengumumkan siswa yang telah dinyatakan lulus terutama dari jalur zonasi berikut alamat tempat tinggal asli dan bukan tempat tinggal sementara atau domisili.

Dikatakan Lukman, pengumuman secara transparan melalui tulisan didinding bagian depan sekolah akan lebih memudahkan para pihak pihak yang berkepentingan dalam hal pengawasan pelaksanaan PPDB misalnya pihak sosial kontrol seperti media untuk mengakses hasil proses PPDB disuatu sekolah.

Selain itu lanjut dia masyarakat awam juga akan lebih mudah mengetahui secara jelas siapa saja yang lulus dan diterima secara sah disuatu sekolah negeri.

“Tidak semua orang bisa dan paham menggunakan perangkat lunak untuk itu kami berharap pihak sekolah nanti dapat memampang nama nama siswa yang telah dinyatakan lulus, dan bagi siswa yang lulus dari jalur Zonasi hendaknya dicantumkan juga alamat tempat tinggal calon siswa agar masyarakat bisa melakukan pengecekan terhadap keabsahan penerimaan siswa tersebut, apakah sudah sesuai dengan radius yang ditetapkan atau tidak, masyarakat akan sulit mengawasi kerena semua sistem tertutup dengan user name pendaftar, lalu dimana keterbukaannya” paparnya.

Lukman menegaskan bakal melakukan penelusuran hasil kelulusan siswa baru khususnya siswa yang lulus dari jalur zonasi setelah pengumuman kelulusan di keluarkan secara resmi oleh Dinas Pendidikan.

“Jangan sampai nanti ada calon siswa yang rumahnya jauh dari sekolah bisa masuk melalui jalur Zonasi sementara calon siswa yang rumahnya lebih dekat dari sekolah tidak diterima, nanti akan kami telusuri, dan untuk mengetahui secara jelas bagaimana detail penerapan sistem zonasi dalam waktu dekat kami akan bersurat ke Gubernur Jabar atau Dinas Pendidikan Jawa Barat,” pungkasnya. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here