Fitnah Habib Rizieq, Oknum Guru Honorer Akhirnya ‘Dirumahkan’

261
Tampak depan SDN 03 Pondok Petir yang berada di Komplek Villa Pamulang

Bojongsari | jurnaldepok.id
Akibat cuitannya yang memfitnah Habib Rizieq Shihab di media sosial, seorang oknum guru honorer, Eni Rohaeni terpaksa ‘dirumahkan’ sementara oleh pihak sekolah yakni SDN 03 Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari.

“Untuk sementara kami pending dulu (Dirumahkan,red), kami masih menunggu arahan dari hasil BAP yang dilakukan Disdik. Belum (mengajar,red), kami serahkan selanjutnya ke Disdik. Kemarin sudah di BAP oleh Pak Sekdis, Pak Kabid dan Bagian Umum juga,” ujar Jayadih Akhir, Kepala SDN 03 Pondok Petir kepada Jurnal Depok, Selasa (05/07).

Ia menambahkan, pihaknya sudah meminta yang bersangkutan untuk menunggu di rumah sambil menunggu keputusan dari Disdik.

“Keputusan dari sekolah untuk menonaktifkan tidak ada, namun kami minta yang bersangkutan menunggu di rumah sambil menunggu keputusan dari Disdik. Kalau sudah ada keputusan dari Disdik kami akan ikuti keputusan itu,” paparnya.

Lebih lanjut Zarkasih mengatakan, yang bersangkutan merupakan seorang guru Bahasa Sunda yang sudah hampir satu tahun mengajar di SDN 03 Pondok Petir.

Zarkasih yang baru memimpin SDN 03 Pondok Petir selama tujuh bulan, tidak menyangka ada anak buahnya yang terjerat kasus tersebut.

“Beliau mengajar sejak 2008, memang lamanya bertugas di SDN Serua 01 namun di SDN 03 Pondok Petir baru satu tahun,” jelasnya.

Dikatakannya, setiap dua bulan sekali para guru di sekolahnya diberikan pembekalan terkait tata cara berkomunikasi yang baik termasuk dalam menggunakan media social.

“Namun yang namanya manusia kami juga enggak paham kenapa bisa terjadi seperti ini. Pada saat BAP oleh Disdik pun buku pembinaannya kami bawa sebagi bukti bahwa kami dari pihak sekolah rutin melakukan pembinaan minimal dua bulan sekali,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Depok amemanggil seorang oknum guru honorer bernama Eni Rohaeni yang telah membuat kegaduhan di masyarakat atas cuitannya di media social dengan menghina Habib Rizieq Shihab (HRS) pekan lalu.

“Ya, hari ini (kemarin,red) kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan yang sedang viral. Kami bersama Pak Sekdis dan Kepegawaian Disdik sudah meminta penjelasannya,” ujar Wawang Buang, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Senin (04/07).

Wawang menjelaskan, pihaknya memanggil guru honorer tersebut tak lain untuk meredam gejolak di masyarakat.

“Yang bersangkutan sudah meminta maaf atas peristiwa tersebut, semua yang diucapkan di media social juga sudah diakui dan dibenarkan yang bersangkutan,” paparnya.

Ketika ditanya apakah motivasi Eni melakukan hal tersebut, Wawang mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena rasa ketidaksukaannya jika ada yang menjelekan pemerintah.

“Kami tanya apa motivasinya, yang bersangkutan mengungkapkan bahwa hal itu dilakukan sebagai pembanding ketika ada yang menjelekan pemerintahan, jadi ia tidak suka jika ada yang menjelekan pemerintah” terangnya.

Namun begitu, hingga proses klarifikasi selesai dilakukan, pihaknya belum membuat keputusan termasuk sanksi bagi oknum guru honorer tersebut.

“Ini masih dalam proses ya, jadi kami belum bisa mengeluarkan keputusan apapaun karena masih kami pertimbangkan banyak hal,” jelasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here