Dihadang Puluhan Pedagang, Penertiban Kios di Pasar Kemirimuka Batal Dilaksanakan

195
Sekretaris Daerah Pemkot Depok saat berbincang dengan para pedagang

Beji | jurnaldepok.id
Penertiban kios yang berdiri di sepanjang sejajar rel dan radius Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, mendapatkan perlawanan oleh para pedagang. Pedagang dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersitegang.

Ketegangan tersebut dipicu lantaran sejumlah pedagang yang mendirikan lapak di atas drainase dan sejajar rel menolak ditertibkan. Puluhan pedagang berkumpul untuk mempertahankan lapak-lapaknya yang hendak dibongkar petugas Satpol PP.

Bahkan mereka berbaris mengadang petugas Satpol PP dengan berdiri tegak bahkan meletakan puluhan peti kosong yang diletakan di tengah jalan. Pedagang dan petugas gabungan yang dipimpin oleh Sekda Kota Depok, Supian Suri terus beragumentasi satu sama lain.

Namun diskusi mendapatkan penolakan dari pedagang sehingga petugas gabungan mengurungkan niat untuk melakukan penertiban kios tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, pihaknya telah menunjuk beberapa perwakilan dari pihak pasar maupun warga setempat untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

“Terkait rencana penertiban, kami memang telah mengevaluasi kondisi di lapangan, kami coba melakukan mediasi lagi dengan warga,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, pihaknya tak akan melakukan pembongkaran secara represif sebab dikhawatirkan akan memicu kericuhan.

“Karena kalau kami lakukan represif, kami tetap menghitung di lapangan ada situasi-situasi yang khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,”katanya.

Dia mengatakan, ada sekitar ratusan kios yang rencananya akan ditertibkan karena mereka menggelar lapak dagangannya hingga tengah jalan.

Sebagai informasi, sebelum melakukan penertiban, Satpol PP Kota Depok telah melayangkan surat peringatan (SP) pertama, kedua, ketiga, dan pemberitahuan penertiban.

“Iya, teguran selama ini sudah dilayangkan Surat Peringatan oleh Satpol PP Kota Depok,” jelasnya.

Supian mengatakan, tujuan penertiban dilakukan untuk menciptakan pPasar Kemirimuka yang aman, nyaman dan teratur, sehingga menjadi pasar tradisional Depok yang bisa dikunjungi para konsumen.

Sementara itu salah satu perwalikan pedagang, Yusuf menegaskan, penertiban yang dilakukan Pemkot Depok kurang tepat dan melanggar aturan yang berlaku.

“Lapak kami berdiri diatas tanah PT Petamburan Jaya Raya, kenapa digusur, makanya kami tolak,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Pemkot Depok tidak berhak melakukan pengelolaan bahkan menertibkan kios Pasar Kemirimuka karena putusan hukum sudah memenangkan PT Petamburan Jaya Raya sebagai pemilik yang sah atas lahan Pasar Kemirimuka yang berkekuatan hukum. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here