Fokus Pada Pemulihan Psikis, Pemkot Depok Dampingi Korban Pencabulan

52
Petugas UPT PPA saat memberikan pendampingan kepada korban

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok berupaya melakukan pendampingan kepada para korban dugaan aksi asusila di pondok pesantren.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya pendampingan pemulihan psikologis korban.

“Kami diminta oleh Polda untuk dilakukan recovery pendampingan psikologis ya bukan pendampingan kasus, sebab belum ketahuan pelakunya, pemeriksaan pelakunya juga belum,” ujarnya, kemarin.

Idris mengaku, pihaknya juga sudah melakukan beragam upaya pencegahan.

“Kalo upaya kami sudah banyak, tetapi ini kan perlu kerjasama antar seluruh stakeholder seluruh pemerintah itu diperlukan. Ini kan katanya panti asuhan, saya minta cek dan memang ada izin operasional panti asuhan dari Dinas Sosial tahun 2020,” paparnya.

Ponpes tersebut juga mempunyai izin pesantren dari Kemenag Depok.

“Secara operasional sudah izin,” jelasnya.

Idris menegaskan bahwa pihaknya fokus pada pemulihan psikis korban, dan upaya pencegahan agar kasus serupa tak terulang kembali di Kota Depok.

Sementara itu sejumlah petugas UPT PPA Pemkot Depok mendatangi lokasi Ponpes tersebut sebagai upaya memberikan pendampingan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, penyidik sudah melayangkan surat ke Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Depok agar membantu memberikan pendampingan.

Penyidik juga meminta bantuan pemeriksaan psikologi terhadap belasan santriwati yang diduga dicabuli oleh ustaz dan kakak kelas di pondok pesantren tersebut.

“Karena ini terkait dengan anak di bawah umur, kami juga sudah membuat surat ke UPTD PPA Depok untuk dilakukan pendampingan dan pemeriksaan psikologi terhadap para anak-anak. Kami berkoordinasi juga dengan Central Handayani di Depok untuk pembuatan laporan sosial atau lapsos korban,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Zulpan, penyidik masih mengumpulkan informasi dari keterangan pelapor dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian dugaan pencabulan tersebut.

“Penyidik juga masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mengusut tuntas kasus pencabulan ini. Dalam hal ini kami belum menentukan tersangka dan masih melengkapi keterangan-keterangan dan bukti-bukti. Baik itu saksi, bukti visum yang masih dilakukan,” kata Zulpan.

Diberitakan sebelumnya, beberapa santri di pondok pesantren yatim piatu kawasan Beji, Depok, diduga menjadi korban pencabulan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here