Polemik Perlintasan Rawa Geni, Wali Kota Depok Surati Kementerian Perhubungan

152
Mohammad Idris

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Polemik perlintasan pintu kereta api Rawa Geni yang hingga kini belum selesai membuat Wali Kota Depok, Mohammad Idris harus turun tangan. Idris mengungkapkan, bahwa dirinya telah menyurati Kementerian Perhubungan.

“Perlintasan Rawa Geni itu kewenangan pusat, namun kami sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan karena ada surat dari warga yang menginginkan dibuka, kami sudah sampaikan,” ujar Idris, Rabu (22/06).

Surat tersebut, lanjutnya, disampaikan juga oleh Kementerian Perhubungan ke PT KAI sebagi sebuah perusahaan.

“Mereka sudah bicarakan, kami mendengar sudah dibuka (warga,red). Namun surat resmi dari Kementerian Perhubungan dan PT KAI memang belum ada, kami juga sudah wanti-wanti agar dijaga (perlintasannya,red) secara benar. Kami enggak punya kewenangan untuk itu,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Eko Herwiyanto menambahkan, pihaknya juga pernah melakukan usulan ke PT KAI untuk mencari solusi tersebut.

“Sebelum dibuka kemarin, kami sudah sampaikan kepada PT KAI, karena selama ini warga menggunakan akses alternatif sejajar rel Dipo yang kondisinya masih kurang luas, kami mengusulkan agar jalan tersebut dipelabar,” tandasnya.

Jika jalan tersebut dipelebar, kata dia, arus lalu lintas nantinya bisa lancar yang langsung tersambung ke fly over Dipo.

“Kami sudah usulkan, tapi kami enggak tahu apakah diperbolehkan atau tidak. Menurut kami di Dishub itu bagian dari solusi,” jelasnya.

Sebelumnya, Hendi, penjaga pintu perlintasan sebidang Rawa Geni, menuturkan, pembukaan palang pintu dilakukan oleh warga.

“Senin malamnya kendaraan sudah dapat melintas baik dari arah Dipo maupun Citayam sudah dapat dilalui perlintasan rel,” tandasnya.

Hendi selama 15 tahun menjadi penjaga pintu perlintasan Jalan Rawa Geni ini menyebutkan warga spontan membuka pintu perlintasan yang ditutup oleh PT KAI.

“Warga spontan membuka pintu perlintasan. Hal ini disebabkan karena masalah perut karena dampak dalam jangka panjang mematikan perekonomian warga dan akses jalan mutar juga jadi tambah jauh serta pembuangan jalan ke arah Dipo menjadi macet,” tuturnya.

Hendi sebagai warga Rawa Geni berharap, agar PT KAI dapat segera membuka pintu perlintasan rel dapat kembali normal lagi.

“Kasihan bagi warga yang mau mengantar sekolah setiap pagi yang hanya ditempuh 10 menit jika melewati perlintasan Rawa Geni, setelah ditutup harus muter sejauh 4 kilometer menjadi jarak tempuh waktu bertambah,” ucapnya.

Selain itu Hendi mengatakan, selama ditutup perlintasan rel, hanya mengandalkan pemberian uang dari penyebrang jalan yang ingin masuk ke Jalan Rawa Geni menyebrangi pintu perlintasan rel. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here