Kritik PT KAI, Babai Ungkap Akses Jalan Rawa Geni untuk Kepentingan Warga

60
Terlihat pintu perlintasan Rawa Geni sudah dibuka kembali

Cipayung | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Depok, Babai Suhaimi mengatakan, pembukaan pintu perlintasan kereta api di Rawa Geni, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, sepihak oleh warga demi kepentingan warga.

Babai mengatakan, sebelum membuka palang di perlintasan Rawa Geni, warga sudah melayangkan surat permohonan pada PT KAI.

“Namun karena tidak direspon, warga pun nekat membuka kemarin. Alasannya, pembukaan perlintasan tersebut mendesak untuk kepentingan warga,” ujar Babai, kemarin.

Akibat penutupan tersebut, terjadi kemacetan di Jalan Raya Cipayung hingga jembatan serong karena warga harus berputar.

“Jadi kalau ini (pembukaan) terjadi karena masyarakat butuh solusi, butuh jalan keluar dan ini dilakukan bukan atas kehendak pribadi (tapi) seluruh masyarakat Ratujaya Rawa Geni,” katanya.

Pasca penutupan pintu perlintasan palang pintu, warga sudah melayangkan surat permohonan untuk dibuka kembali. Namun warga tak kunjung mendapatkan jawaban. Menurutnya, pemerintah harus berpihak pada kepentingan warga.

“Pemerintah harus mikirin rakyat, PT KAI juga untuk rakyat ya harus ada solusi. Coba saja lihat masyarakat sudah segini banyak, tidak bisa dibiarkan apalagi ada tokoh masyarakat yang betul-betul membantu,” paparnya.

Dia juga menyarankan agar perlintasan tersebut dijadikan perlintasan resmi. Namun hal itu perlu persetujuan dari PT KAI.

“Iya itu salah satu yang terbaik resmikan. Menurut saya PT KAI keluarkan surat izin resmi menjadi perlintasan resmi,” ucapnya.

Jika dijadikan perlintasan resmi, pihaknya mengaku mendukung dan akan membantu komunikasi pada Pemerintah Kota Depok jika diperlukan alokasi pembangunan.

“Kalau ini harus dibuatkan pelintasan resmi perlu biaya, ya kami biayai, kami minta kepada pemda. Saya dari DPRD tentu dari pemerintah (harus) setujui itu karena untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Dia menegaskan, kalau memang perlintasan tersebut ilegal seharusnya ditutup sejak awal dan bukan ketika sudah ada kejadian baru ditutup.

“Padahal di lokasi lain masih ada perlintasan serupa yang saat ini masih tetap dibuka. Kalau ini ilegal pada saat pemageran resmi oleh PT KAI kenapa enggak ditutup, tutup dong dari awal. Bukan karena orang ditabrak terus ditutup,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here