Kajian Depok Kota Ramah Lansia Sudah Lengkap, Tinggal Pembangunan Infrastrukturnya

32
Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda dan Kepala OPD foto bareng saat puncak acara HLUN

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, kajian untuk mewujudkan Depok sebagai kota ramah lansia sudah lengkap. Hal itu dikatakan Idris di acara puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 26 Tahun 2022.

“Alhamdulillah kajiannya sudah lengkap tinggal ratifikasi karena kami ingin menseimbangkan ukuran standar WHO dengan standar kementerian terkait. Kalau WHO kami lihat terlalu ideal untuk kondisi saat ini, yang dari kementerian ini terlalu rendah menurut kota metropolitan. Sehingga kami ingin mencari titik temu,” ujar Idris di Alun Alun Depok, Rabu (22/06).

Dari itu, pihaknya juga akan melibatkan pakar-pakar dari Universitas Indonesia yang telah bekerjasama selama ini untuk melihat itu dan menerapkan per sector.

“Yang paling agak sulit dari pembangunan infrastruktur, karena memang aturannya lima tahun baru boleh direnovasi. Misalnya jembatan dibangun sudah 4,5 tahun, itu belum boleh diapa-apain, nanti akan dikajai berapa persen kekuatannya itu untuk diubah (renovasi,red), begitu juga dengan jalan termasuk transportasi umum juga akan menjadi ukuran ramah lansia,” paparnya.

Selain itu, kata Idris, yang paling repot lagi mencari lahan untuk taman lansia yang areanya harus luas karena untuk se Kota Depok.

“Mencari lahan untuk taman kelurahan saja sulit didapat karena ada standar luasannya. Semua itu membutuhkan political will, komitmen bersama seluruh stake holder seperti DPRD, aparat penegak hukum dan perusahaan,” katanya.

Sementara itu Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kota Depok, Imam Budi Hartono menambahkan, bahwa lansia memiliki persoalan tiga hal yakni masalah kesehatan, ekonomi dan sosial.

“Terkait kesehatan, kami siapkan posbindu, BPJS gratis karena itu yang dibutuhkan mereka. Didalamnya juga ada masalah sosial dimana mereka harus kumpul dalam sebuah komunitas sehingga ada sebuah pergaulan, dalam pergaulan itu ada aktivita kesehatan seperti senam dan lainnya,” tandasnya.

Tak hanya itu, lansia juga dihadapkan dengan masalah ekonomi. Untuk mengatasi itu, pihaknya melakukan pelatihan-pelatihan bagi lansia yang nanti produknya bisa dipasarkan di tempat tertentu dan bekerjasama dengan lembaga bisnis di Depok.

“Di dalam program KDS sudah ada pelatihan untuk lansia. Anggaran untuk lansia tersebar di berbagai dinas seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda dan lain sebagainya. Tapi programnya satu yakni dalam menuju lansia tangguh dan lansia sehat,” katanya.

Lebih lanjut Imam mengatakan, partisipasi untuk acara puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 26 Tahun 2022 luar biasa.

“Yang sudah aktif membantu lansia adalah seluruh rumah sakit negeri dan swasta, yang belum ini adalah pelaku usaha. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi yang membantu dalam HLUN,” jelasnya.

Puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 26 Tahun 2022 yang digelar di Alun Alun Depok dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti senam, tari-tarian, menyanyi hingga pembagian doorprize dengan hadiah utama dua unit sepeda motor. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here