3 Hewan Ternak Mati, Puluhan Lainnya Positif Kena Penyakit Mulut & Kaki

25
Data penyebaran kasus PMK

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) mencatat hingga pekan ini sudah ada sekitar 31 hewan terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan ada tiga hewan mati diduga karena penyakit suspect PMK.

Kepala (DKP3) Kota Depok, Widyati Riyandani, mengatakan, saat ini ada 31 hewan ternak (sapi, kerbau, domba) yang positif PMK.

“Jumlah tersebut ditambah dengan 20 ekor hewan ternak lainnya yang diduga suspek PMK. Kalau sampai hari ini positif hasil lab itu ada 31 hewan ternak, kemudian yang suspek terduga PMK itu ada 20, masih dugaan beum diuji lab. Total ada 51 dan itu saat ini sedang dalam pengobatan,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, Wiiwid mengatakan, sebelumnya juga sudah ada 17 ekor hewan ternak yang positif PMK dan kini sudah sembuh setelah menjalani pengobatan.

“Sampai saat ini juga sudah ada yang sembuh 17 ekor, kemudian yang mati tiga. Jumlah hewan ternak yang sudah sembuh dan mati ini tidak termasuk dalam jumlah 51 hewan ternak yang dalam pengobatan,” paparnya.

Untuk mengatasi penularan PMK tersebut, DKP3 Kota Depok terus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada peternak terkait sanitasi kandang dan kebersihan personal.

Kemudian, diterapkan juga pelarangan impor hewan dari lokasi terduga terjadinya penularan PMK.

“Serta pengambilan sampel swab orofaring dan atau darah, yang kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium dan melakukan pengobatan terhadap ternak (hingga) pemberian desinfektan tiap peternak,”katanya.

Namun dalam upaya penanganan tersebut, dikatakan Wiwid, DKP3 Depok tidak memisahkan antara hewan untuk kurban dan bukan.

“Jadi kan kami tidak memisahkan itu hewan kurban atau bukan hewan kurban, karena kami punya hewan ternak yang peminatnya besar seperti sapi, kerbau ataupun domba. Beda lagi, jadi yang sembuh 17 ditambah tiga mati jadi 20. Ditambah yang 51 (dalam pengobatan) jadi total seluruhnya 71,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here