Ternyata Beberapa Pemotor Setuju Adanya Larangan Memakai Sendal Jepit

41
Aparat kepolisian saat melakukan razia pengendara yang menggunakan sendal jepit

Margonda | jurnaldepok.id
Para pengendara sepeda motor setuju adanya larangan memakai sendal jepit saat mengendarai sepeda motor.

Marwan, salah satu pengendara bermotor mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan dengan hal tersebut.

“Bagus (imbauan tidak mengenakam sandal jepit), untuk keselamatan saat berkendara di jalan raya,” ujarnya, kemarin.

Marwan yang setiap hari menggunakan transportasi roda dua tersebut mengaku lebih nyaman menggunakan sepatu dibandingkan sendal jepit saat mengendarai sepeda motor. Dirinya pernah berpengalaman saat mengendarai sepeda motor akibat memakai sendal jepit telapak kakinya harus mendapatkan tiga jahitan.

“Dulu kaki saya pernah robek gara-gara pakai sendal jepit,”katanya.

Alas kaki seperti sandal saat mengendarai sepeda motor memiliki risiko yang fatal. Karena bagian kaki tidak sepenuhnya terlindungi.

Sementara itu Makmur Saputra atau yang biasa disapa Moge menambahkan, dirinya mendukung Korlantas Polri yang melarang pemakaian sendal jepit saat berkendara bermotor.

“Demi keselamatan bikers kami setuju pelarangan pemakaian sendal jepit saat berkendara bermotor,”katanya.

Dikatakannya, risiko cedera yang dialami pada bagian kaki pun semakin besar seperti bersentuhan langsung dengan aspal atau kendaraan dan benda lainnya. Sandal yang terbuat dari karet juga tidak aman karena sifatnya yang licin jika terkena air.

“Bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas,” ungkapnya.

Dia menerangkan, potensi kecelakaan akibat menggunakan alas kaki sandal akan sangat merugikan, bukan hanya sekadar masalah cedera pada bagian tubuh.

“Coba lihat berapa banyak korban kecelakaan yang alami cedera pada bagian kakinya. Berapa banyak yang alami kerugian akibat biaya pengobatan yang keluar, lalu kehilangan waktu produktif dan kesempatan yang bernilai hanya gara-gara kecelakaan,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak seperti pada moda transportasi lainnya, tubuh pengendara begitu rentan ketika sedang mengoperasikan sepeda motornya.

“Jika dibandingkan dengan mobil atau lainnya, sepeda motor tidak punya proteksi tambahan yang dapat melindungi tubuh,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here