Dianggap Eksploitasi Hewan Primata, Sebuah Mall di Depok Dikecaman Netizen

73
istimewa

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Pusat perberlanjaan di Jalan Juanda, Kota Depok, mendapatkan kecaman dan cibiran dari warganet atas kegiatan penampilan hewan primata. Dalam kegiatan tersebut hewan primata mengenakan pakaian lalu dirantai seperti penampilan topeng monyet.

General Manager Pesona Square, Rina N Picauly mengatakan, dalam event ‘Summer in Jungle’ tidak ada tindakan eksploitasi hewan primata seperti yang ditudingkan warganet dalam komentar di sosial media.

Ditegaskannya, bahwa event tersebut merupakan program yang digelar dalam rangka memperkenalkan hewan pada anak-anak. Tujuannya, kata dia, agar diketahui bagaimana cara merawat dan memelihara binatang.

“Ini adalah program untuk edukasi ke anak-anak, gimana sih caranya memelihara hewan bertanggung jawab sama hewan dan memberikan kasih sayang. Kita juga siapkan program khusus vaksinasi secara free,” ujarnya, kemarin.

Event ‘Summer in Jungle’ digelar selama dua pekan sejak 6-19 Juni 2022. Salah satu rangkaian acara yang sempat digelar pada akhir pekan lalu adalah talkshow mengenai hewan primata.

Dalam kesempatan tersebut memang ada sejumlah primata yang dihadirkan ke atas panggung. Primata tersebut juga dipakaikan pakaian seperti manusia. Hal itu membuat miss persepsi dari banyak pecinta binatang yang menganggap sebagai eksploitasi.

“Sebenarnya kami ini penyedia tempat saja, kebetulan kami bermitra dengan EO yang memberikan ide ada partner dengan pecinta hewan komunitas. Akhirnya mereka yang membuat konten, kami menyediakan tempat. Namun dengan adanya atensinya dan masukannya buat kami, Insya Allah ke depan juga menjadi sangat perhatian penting buat kami menyeleksi acara,” ungkapnya.

Ditegaskan dalam acara tersebut tidak ada atraksi topeng monyet. Primata yang dipakaikan baju itu menurut persepsinya, hanya sebagai bentuk tanda sayang pecinta hewan dan tidak ada maksud lain.

“Kalau atraksi topeng monyet tidak ada. Memang ada (primata) naik ke atas panggung. Mungkin yang menjadi terkesan demikian (atraksi topeng monyet) karenakan mereka (primata) ada yang pakai baju itu ya. Padahal, kalau mungkin saya analogikan ke penyayang binatang itu sebagai tanda sayang,” katanya.

Atas viralnya hal tersebut, pihaknya pun menyampaikan permintaan maaf. Ke depan, kata dia, hal itu akan menjadi evaluasi dan pembelajaran.

“Kami sangat menyesal juga, kami mohon maaf bila itu menjadi suatu perhatian khusus yang jelas dalam prinsip kami benar-benar tidak ada mengkomersialkan apalagi namanya hewan-hewan yang treatmentnya sampai kekerasan, itu ada konsen-konsen tuh kami memperhatikan ke arah sana seperti itu sih,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here