Peternak Hewan Qurban Kehilangan 12 Ekor Kambing, Pelaku Diduga Komplotan Yang Sama

114
Peternak hewan qurban saat menunjukkan kondisi kandang kambing pasca dicuri

Limo | jurnaldepok.id
Pencurian kambing dengan modus menyisahkan jeroan kembali terjadi di Kota Depok. Kali ini seorang peternak hewan qurban, Husni Thamrin kehilangan sekitar 12 ekor kambing yang berada di wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Husni mengatakan, kejadian pencurian diketahui saat dirinya bangun tidur dan mau kasih makan kambing.

“Biasa setiap pagi kami berikan pakan, pas lihat kandang kambing sudah enggak ada. Dari 12 ekor kambing yakni sembilan ekor diantaranya sudah tidak ada di dalam kandang alias dicuri. Hanya disisakan jeroan dalam kandang yang disekat empat sekatan ini,” ujarnya, kemarin.

Sementara empat ekor kambing yang tidak dicuri, masih berada dalam kendang. Diduga karena ukuran kambing sangat besar sehingga sulit dieksekusi dan salah satunya milik ketua RW.

Dia menyebutkan, dari hasil penelusuran di sekitar TKP, banyak jejak telapak kaki orang yang menempel pada pagar pembatas tol.

“Ada bekas tanah merah seperti telapak kaki orang menempel pada dinding tembok, kemungkinan pelaku manjat tembok dan langsung menjebol atap kandang dan melakukan eksekusi,” tambahnya.

Setelah kambing dibawa, kata dia, isi jeroan dibuang semua di dalam kandang. Sedangkan badan kambing dibawa pelaku dengan cara diseret melalui jalan setapak sela-sela pagar tembok hingga sampai ke Jalan Galur 1.

“Pada saat ditelusuri jejak kaki di tembok dan ceceran usus dengan ceceran darah segar di sela-sela jalan pembatas pagar tol tembus ke Jalan Galur. Ada kemungkinan pelaku lebih dari satu orang dan menggunakan kendaraan bermotor untuk membawa kambing curian yang isi jeroan ditinggal pencuri,” katanya.

Pasca kejadian pencurian kambing, keempat ekor kambing jumbo titipan itu kini mengalami stres.

“Kambing yang selamat alami stres dan tidak mau makan sampai saat ini,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, dirinya mengalami kerugian materil hingga mencapai sekitar Rp 32 juta.

“Tahun ini kita puasa dulu tidak menjual kambing untuk persiapan lebaran haji. Sudah menganggap musibah dan tidak buat laporan polisi. Semoga tidak ada kejadian serupa kedua kalinya di lingkungan karena ini bisa dikatakan baru pertama kali terjadi pencurian kambing modus isi jeroan dibuang dalam kendang,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here