Musim PMK, DKP3 Terbitkan Panduan Syarat Syah Hewan Qurban untuk Disembelih

58
Petugas kesehatan hewan sangat mengecek hewan potong di RPH terkait PMK

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok menerbitkan panduan pelaksanaan qurban di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala DKP3 Kota Depok, Widyati Riandani mengatakan, panduan tersebut untuk menjamin pemotongan hewan sesuai dengan syariat Islam, memastikan daging kurban aman dan sehat serta meminimalisasi penyebaran PMK.

“Pertama, harus memenuhi syariat Islam. Kedua, hewan sehat dan tidak menunjukkan gejala klinis PMK. Selanjutnya, hewan dinyatakan sehat oleh dokter hewan atau paramedik veteriner dibawah pengawasan dokter berwenang,” ujar Wiwid, kemarin.

Selain itu, Wiwid menjelaskan, ada sejumlah persyaratan bagi tempat penjualan hewan qurban, di antaranya mendapatkan persetujuan dari otoritas atau dinas. Kemudian, memiliki lahan yang cukup dan sesuai dengan jumlah hewan, memiiki pagar atau pembatas, hewan tidak berkeliaran dan mencegah hewan lain masuk ke tempat penjualan.

“Memiliki fasilitas penampungan limbah, tersedia fasilitas serta bahan untuk pembersihan dan desinfeksi terhadap orang, kendaraan, peralatan, hewan dan limbah. Tersedia tempat isolasi hewan terduga PMK atau sakit dan terakhir tersedia tempat pemotongan bersyarat untuk hewan yang tidak dapat diobati atau ambruk,” paparnya.

Panduan tersebut, kata dia, juga mengatur beberapa kewajiban panitia qurban yakni, mengawasi proses pemotongan hewan qurban, melakukan penanganan yang baik terhadap daging, jeroan dan limbah.

Selanjutnya, panitia qurban wajib mendistribusikan daging dan jeroan dalam waktu kurang dari lima jam, melakukan pembersihan dan desinfektan terhadap tempat pemotongan, peralatan dan petugas.

“Terakhir, panitia harus melaporkan kepada dinas jika ada hewan yang sakit atau terduga sakit,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here