Belum Ditemukan Kasus di Depok, Kenali Gejala Covid-19 Varian Terbaru

102
Gambar ilustrasi gejala Covid-19 subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meminta masyarakat untuk mengenali gejala kasus Covid-19 subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5. Subvarian tersebut masih memiliki karakteristik dasar yang mirip dengan varian Omicron asli.

Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, subvarian BA.4 dan BA.5 sangat mudah menular dan dapat menginfeksi ulang penyitas Covid-19. Selain itu, gejalanya serupa dengan Omicron dengan masa inkubasi dua hingga tiga hari.

“Gejalanya ringan dari varian lainnya seperti alpha dan delta,” jelasnya seperti dilansir berita.depok.go.id, Selasa (14/06).

Dikatakan Mary, penderita kasus subvarian ini bergejala dan ada yang tidak bergejala. Adapun gejala yang timbul pada subvarian baru BA.4 dan BA.5 seperti pilek, bersin, sakit tenggorokan, batuk, dan sakit kepala.

Mary menambahkan, vaksin booster dapat efektif mencegah gejala berat dan kematian pada subvarian ini. Kemudian juga dapat responsif terhadap pengobatan yang ada seperti antivirus dan antibodi monoklonal.

“Sebagai pencegahan, segera lengkapi vaksin booster,” pesannya.

Ia menambahkan, hingga kini belum ada kasus subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 di Kota Depok meski sudah masuk ke Indonesia. Kendati demikian, pihak Dinkes tetap mewaspadai dan meminta masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Sampai saat ini belum ada di Kota Depok. Tapi tetap kami minta masyarakat tetap menjaga prokes,” imbaunya.

Mary menjelaskan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, terdapat delapan kasus subvarian baru di Indonesia. Dari jumlah itu, tiga kasus di antaranya merupakan imported case atau kasus impor yang berasal dari Mauritius, Amerika, dan Brazil.

Kemudian, tambah Mary, Menkes menyebutkan lima kasus lainnya merupakan transmisi lokal. Empat kasus tersebut terdeteksi di Jakarta dan satu kasus di Bali.

“Kasus sementara berada di Jakarta dan Bali berdasarkan informasi dari Pak Menkes,” katanya.

Sebagai informasi, sudah dilaporkan sebanyak 6.903 kasus Omicron BA.4 di 58 negara, lima dengan laporan terbanyak di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania raya, Denmark, dan Israel. Sedangkan kasus Omicron BA.5 dilaporkan sebanyak 8.687 kasus di 63 negara, lima negara terbanyak di Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here