Gawat! Pulang Mancing Anak Mantan Kades Dibegal, Pelaku Diduga Geng Motor

150
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Djuli Ardi, seorang warga yang juga anak mantan kepala desa mengaku dibegal dengan sekelompok pemotor yang membawa senjata tajam di Jalan Kekupu, Kelurahan Rangkapan Jaya Lama, Kecamatan Pancoran Mas, usai pulang memancing.

Djuli saat ditemui wartawan di rumahnya mengatakan, kejadian itu bermula saat dirinya hendak pulang ke rumah usai memancing bersama temannya Joko. Saat melintas di sekitar Lapangan Samudra, tiba-tiba datang belasan pemotor mengampirinya.

Korban pertama Joko yang merupakan temannya sempat diancam dan leher nya dikalungi celurit oleh pelaku di belakang Balai Desa Kelurahan Rangkapan Jaya atau tepatnya di RT 04 depan Lapangan Samudra. Pelaku mengambil motor Honda Kharisma.

“Hanya berjeda hitungan menit setelah dialami Joko pelaku sambil membawa motor Honda Kharisma, kembali mengambil motor Yamaha Aerox milik saya dalam perjalanan pulang ke rumah di Jalan Harapan RT 02/03 depan Perumahan Amanila Residence,” ujarnya.

Dikatakannya, ciri-ciri pelaku masih usia remaja berjumlah dua orang dan langsung mengancungkan senjata tajam jenis celurit.

“Pelaku sempat saya lawan, yang satu terkena kail pancing dan temannya yang satu membabi buta mengancungkan celurit hingga bacokannya mengenai spion motor Aerox hingga pecah,” tuturnya.

Dirinya berhasil selamat lantaran warga yang mendengar teriakan minta tolong Djuli berdatangan dan pelaku langsung membawa motor miliknya ke arah Jalan Raya Sawangan.

Pelaku meninggalkan motor milik temannya Joko yakni Honda Kharisma di TKP, namun motor Juli Yamaha Aerox dibawa kabaur pelaku.

Akibat kejadian itu sekujur tubuh Djuli mengalami luka-luka karena pada waktu kejadian langsung terjatuh untuk menghindari bacokan celurit pelaku.

Pada pagi harinya, lanjut Juli, ia langsung membuat laporan ke kantor polisi terhadap kejadian begal yang dialaminya.

“Sudah dilaporkan ke Polsek Pancoranmas dan langsung dilakukan olah TKP. Selain itu karena masih ada kekurangan berkas dokumen yang harus dilengkapi sehingga saya lengkapi dulu,” jelasnya.

Terpisah istri korban, Linda merasa bersyukur lantaran suaminya dapat selamat dari aksi pembegalan yang dilakukan oleh sekelompok remaja diduga kuat sebagai geng motor.

“Apa yang menimpa suami dan temannya jadi korban begal motor, ternyata sekitar pukul 23.00 WIB warga sekitar rumah juga menjadi korban hewan ternak ayam milik Bapak Bokir juga dicuri pelaku sambil mengancung-ancungkan celurit,” tandasnya.

Linda mengungkapkan dirinya merasa cemas dan khawatir atas kejadian yang menimpa suaminya tersebut untuk segera dapat perhatian aparat kepolisian setempat.

“Karena di kampung sendiri, jadi tidak pernah ada kepikiran akan ada begal. Ini baru pertama kali begal motor, biasanya pencurian motor biasa saja,” katanya.

Ketua RT 02/03, Maruloh mengatakan pembegalan yang dilakukan oleh sekelompok geng motor di lingkungannya sempat terekam kamera CCTV perumahan.

“Pada saat kejadian tidak jauh dari Perumahan Amanila Residence, terekam kamera CCTV perumahan ada enam motor bergerombol sambil menenteng senjata tajam berhasil mengambil motor Yamaha Aerox dari korban Juli, anak mantan Kepala Desa Rangkapan Jaya Lama di Jalan Harapan,” jelasnya.

Menurut dia, para pelaku terbilang nekat dalam menjalankan aksinya lantaran jalan itu sebagai akses hidup dan ramai dilalui pengendara bermotor.

“Lokasi kejadian jalannya ramai dan terang. Saat pelaku berhasil membawa kabur motor korban Yamaha Aerox, motor yang Honda Kharisma milik temannya tersebut yang juga jadi korban begal ditinggal di lokasi kejadian,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here