Usai Dibegal di Tengah Jalan, Pelajar SMP Masih Mengalami Trauma

200
ilustrasi

Tapos | jurnaldepok.id
HI, seorang pelajar SMP di Taposhingga kemarin masih alami trauma paska menjadi korban pembegalan dengan menggunakan senjata tajam.

HI kepada wartawan saat ditemui di rumahnya di kawasan Jalan Dongkal Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, mengatakan, kejadian berawal saat dirinya pulang dari les mengendarai sepeda motor.

“Sewaktu pulang dari tempat les di Komplek Deppen saya sudah merasa ada yang mengikuti dari belakang oleh pengendara bermotor,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, mulai dari perempatan Karet Sukatani, ada dua motor dengan empat orang berboncengan menggunakan motor Honda Beat biru putih mengikuti dari belakang.

“Rasa curiga sudah mulai ada selama di perjalanan, tiba-tiba di depan TPU Sukatani sebelah Stadion Mini waktu magrib dari sisi sebelah kiri dan kanan langsung dihentikan dan salah seorang pelaku yang boncengan mengeluarkan pisau langsung diancam gunakan pisau. Lalu pelaku juga memukul dan menendang dibagian perut, masing-masing sekali,” katanya.

Selain menodongkan pisau di leher, pelaku yang menodongkan pisau tersebut juga memukul dan menendang perut untuk turun dari motor.

Dia menambahkan, akibat dari ancaman para pelaku tersebut akhirnya ia menyerahkan motor Honda PCX putih B 3991 ETH tahun 2022 yang digunakan kepada pelaku.

“Setelah motor diambil pelaku begal, pelaku langsung kabur ke arah perempatan Karet Tapos. Sedangkan saat itu karena dekat dari rumah, saya lari dan lapor ke orang tua telah dibegal di jalan,” tambahnya.

Dari peristiwa yang dialami HI, sampai saat ini masih alami syok dan trauma mendalam.

“Sekarang tidak berani pakai motor lagi jika keluar rumah. Itu juga motor yang biasa digunakan dikasih orang tua karena dekat dengan rumah ke tempat les, jadi pakai motor dan tidak pernah jauh-jauh sekitaran rumah saja. Ada kejadian seperti ini saya syok dan trauma juga,” ungkapnya.

Sementara itu bapak korban, Idris M.Tajudin menambahkan, jika mau keluar rumah dan jarak yang dekat saja HI anak bungsunya tersebut memang biasa menggunakan motor.

“Kemana-mana deket sekitaran rumah bawa motor anaknya juga. Termasuk saat mau les juga bawa motor. Ada kejadian seperti ini tidak ada yang mau nyangka sudah musibah dan nyawa anak saya tertolong itu paling penting,” ungkapnya.

Dia menuturkan untuk situasi jalan di sekitar lokasi kejadian selain sepi juga minim penerangan jalan.

“Tadinya ada penerangan lampu jalan, tapi kini sudah tidak ada. Sehingga jika menjelang magrib di sekitar depan TPU hingga Stadion Mini jalannya memang sepi dan gelap sehingga rawan kejahatan,” tuturnya.

Anaknya yang menjadi korban begal, berharap tidak ada lagi korban-korban begal lainnya untuk dapat perhatian khusus dari aparat kepolisian setempat.

Kanit Reskrim Polsek Cimanggis, AKP Hendra mengatakan kejadian diketahui sekitar pukul 18.15 WIB atau selepas waktu magrib dengan korban F (13) pelajar SMP.

Kronologis kejadian korban F seorang diri mengendarai motor lalu tiba-tiba ada satu motor memepet korban untuk meminta paksa kendaraannya.

“Berdasarkan keterangan saksi pelaku menggunakan satu motor dengan jumlah sekitar dua orang. Motor milik korban langsung dikasihkan pelaku setelah sebelumnya ada ancaman dari pelaku,” jelasnya.

Dari kejadian ini, lanjut Hendra, pihak keluarga korban sudah membuat laporan ke Polsek Cimanggis.

“Sejumlah saksi termasuk korban juga sudah kami mintai keterangan. Kasus masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here