JJ Rizal Ungkap Beberapa Keuntungan jika Depok Bergabung ke Jakarta

259
JJ Rizal saat melakukan bedah buku 'Milir' di acara Lebaran Depok

Bojongsari | jurnaldepok.id
Sejarawan, JJ Rizal mengungkapkan, peluang untuk Depok bergabung ke DKI Jakarta sangat besar. Terlebih ketika wacana ibu kota baru dimunculkan dan sedang berjalannya proses penyusunan undang-undang kekhususan untuk Jakarta.

“Pemerintah Depok bisa ambil bagian terkait rencana bergabung dengan DKI Jakarta dan bisa memulai membicarakan kembali tentang konsep Megapolitan. Dalam konteks Megapolitan itu Depok menurut saya bisa bicara, karena Depok dan DKI seperti gigi dan gusi. Misalnya mengurus persoalan banjir, urbaninasi dan system transportasi sangat terkait,” ujar JJ Rizal usai membedah buku ‘Milir’ karya KH Syamsul Yakin di acara Lebaran Depok, kemarin.

Menurutnya, jika Depok bergabung ke DKI Jakarta maka akan banyak keuntungan yang diambil oleh Depok.

“Dari segi ekonomi APBD Depok yang sekarang akan lebih besar jika bergabung ke DKI, bisa melakukan banyak hal dan bisa mengkoneksikan banyak system yang di DKI sudah berhasil seperti transportasi, tata ruang dan ruang public. Ini kesempatan Depok memasuki trase baru dalam kebudayaan berkota,” paparnya.

Ia menambahkan, paling gampang melihat Depok pantas gabung ke DKI atau tidak dapat dilihat dalam buku sejarah Jawa Barat.

“Seingat saya enggak diceritain tentang Depok (di Jawa Barat,red). Itu kan artinya kalau buat saya seorang sejarah, kita bagian atau bukan dari sebuah kebudayaan bisa dilihat sejarahnya. Seperti album foto, jika di album itu enggak ada foto kita, berarti kan kita bukan keluarga itu. Itu persoalan,” katanya.

Dari segi kebudayaan, sambungnya, orang Depok itu bagian dari kebudayaan Betawi bukan kebudayaan Sunda.

“Itu saja sudah menjelaskan, dari segi kebudayaan dan kultural serta sejarah. Depok tidak hanya menerima serpan Sunda tapi juga Jawa, menerima serapan Belanda dan China juga,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut beberapa keuntungan jika Depok bergabung ke DKI Jakarta seperti dari system transportasi maupun APBD yang akan meningkat.

“Dengan begitu nantinya Depok bisa memulihkan situ, mengatasi banjir, menambah ruang terbuka hijau dan tata ruang, ujungnya adalah urusan dana,” ungkapnya.

Terkait nantinya Depok berdiri sendiri atau tidak, JJ Rizal mengatakan hal itu bisa diatur. Dari itu ia meminta Pemkot Depok dapat terlibat secara aktif dan membangun wacana baik wali kota, wakil wali kota, sekda maupun DPRD nya.

“Di DKI Jakarta PKS kuat di Depok PKS juga kuat. Saya rasa perlu dibicarakan juga di tingkat partai. Artinya di DPRD DKI dan DPRD Depok mereka harus bicara, otomatis akan nyambung dan akan dominan. Kemudian bisa masuk dalam penyusunan undang-undang,” terangnya.

JJ Rizal menerangkan, Depok bergabung ke DKI Jakarta merupakan sebuah kesempatan yang dapat dilihat dengan jeli.

“Ini kan cita-cita lama bukan yang baru. Bung Karno sendiri membayangkan ini Megapolitan bukan pindah ibu kota. Lalu di zaman Bang Ali dia menciptakan istilah Jabodetabek, itu juga menggambarkan. Ini bukan yang baru tapi ini kesempatan yang lama namun tidak dimanfaatkan, maka harus diambil,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here