Bukan untuk Sombong, Manusia Petasan Lestarikan Budaya Betawi

177
Makmur si manusia petasan saat beraksi di Lebaran Depok

BOJONGSARI | jurnaldepok.id
Pagelaran seni dan budaya Lebaran Depok yang digagas Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Manusia petasan memberikan penampilan dengan memasang petasan mengelilingi tubuhnya serta bermain-main.

“Tujuannya bukan untuk sombong atau sok jago, tetapi memberikan warna baru yang baik untuk melestarikan budaya Betawi,” ujar Makmur yang beratraksi mengunakan petasan, Minggu (05/06).

Atraksi yang dilakukannya memiliki daya tarik dari kesenian palang pintu dan seni Betawi. Manusia petasan mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui pembukan-pembukan suatu acara seperti perkawinan, khitanan dan untuk mengarak tamu-tamu penting.

“Memperkenalkan manusia petasan ini melalui acara-acara yang mengundang banyak masyarakat dan memperkenalkannya secara menyeluruh,”katanya.

Dia berharap pemerintah dapat mewadahi kesenian manusia petasan, sehingga masyarakat termotivasi dengan adanya pengenalan budaya ini.

“Paling tidak dari Dinas Pariwisata dan Kebudaya dapat mengategorikan dan mensosialisasikan manusia petasan. Serta dapat memotivasi dan memajukan agar masyarakat bisa mengenal calon budaya untuk melengkapi budaya Betawi dengan tuntutan perkembangan budaya zaman sekarang,” paparnya.

Kepala Disporyata Kota Depok, H Dadan Rustandi mengapresiasi penampilan manusia petasan yang penuh dengan keberanian.

“Ini luar biasa, harus dilakukan oleh orang yang professional dan tidak boleh sembarangan ditiru,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dadan juga mengatakan event seperti Lebaran Depok kedepan akan digelar juga di tingkat kecamatan.

“Tentu kami support dari sisi anggarannya, mudah-mudahan bisa dua kali lipat dari tahun ini,” ungkapnya.

Menurut salah satu masyarakat betawi Habib Heri penampilan manusia petasan ini sedikit menakutkan.

“Memang itu pertunjukan yang bagus, namun jika dilihat kembali penampilan tersebut menakutkan karena badannya dikelilingi petasan,” katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here