Berisikan 4.000 Kata, Kamus Bahasa Depok Bakal Diobral di Lebaran Depok

123
Ahmad Dahlan

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Ketua Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), Ahmad Dahlan memastikan akan memasarkan Buku Kamus Bahasa Depok pada gelaran Lebaran Depok yang bakal dihelat pada tanggal 3-5 Juni mendatang.

Dikatakan Dahlan, Buku Kamus Bahasa Depok berisikan 4.000 kata kata khas Depok berikut detail penjelasannya itu artinya kata dia selain memberitahukan makna kata yang tersirat, di dalam buku kamus tersebut juga dijelaskan secara detail dan gamblang hal Ikhwal dari penerapan penggunaan kata kata tersebut yang musti diselaraskan dengan kalimat penyerta.

“Ya, Insha Allah, nanti pada ajang Lebaran Depok yang akan diselenggarakan di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari kami akan menjual Buku Kamus Bahasa Depok di stand KOOD, silahkan bagi yang berminat mendalami bahasa Depok untuk membeli Buku Kamus Bahasa Depok dengan harga yang sangat terjangkau hanya 75 ribu saja,” ujar baba Dahlan panggilan akrab Ahmad Dahlan.

Dahlan menambahkan, satu kata dalam bahasa Depok bisa memiliki makna berbeda tinggal tergantung susunan kata atau kalimat penyertanya, misalkan kata ‘ambekan’ dalam satu dialog orang menyebut bahwa si Pulan suka ambekan, itu artinya makna dari kata ambekan disini adalah Pemarah, beda lagi dengan kalimat kalimat seorang anak jatuh dari sepeda motor lalu ada yang bertanya , itu si entong masih ada ambekan nya ? disini kata ambekan berarti nafas, itulah salah satu keunikan bahasa Depok, makanya anda tidak akan rugi merogoh kocek sebesar 75 ribu untuk mendapatkan banyak ilmu tentang seluk beluk bahasa Depok di Buku Kamus Bahasa Depok” imbuhnya.

Lebih lanjut Dahlan menjelaskan, sebelum dicetak dalam bentuk buku, pihaknya telah menggali secara mendalam prihal kata kata khas Depok yang akan ditulis dalam Buku Kamus Bahasa Depok dengan cara menanyakan secara langsung kepada para tokoh sejarawan Depok dan orang tua yang masih menggunakan bahasa Depok dalam kesehariannya guna memastikan kesahihan dari makna kata yang tertuang dalam buku kamus bahasa Depok.

“Kami tidak sembarangan menulis dan mengedarkan Buku Kamus Bahasa Depok karena itu merupakan karya paten dan telah tersertifikasi International Standart Book Number (ISBN),” ujarnya.

Terpisah, salah satu pentolan (Dewan Sepuh) Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) yang juga selaku salah satu penggagas Buku Kamus Bahasa Depok, Zaenudin mengatakan tujuan utama diterbitkannya Buku Kamus Bahasa Depok adalah untuk melestarikan bahasa asli Depok dikalangan generasi penerus.

“Kami merasa terpanggil untuk menghidupkan kembali bahas asli Depok atau bahasa Emak karena sekarang banyak orang Depok yang kurang paham bahkan ada yang sama sekali tidak mengerti dengan istilah istilah dalam bahasa asli Depok, hal ini tentu sangat memprihatinkan sebab meskipun secara wilayah Depok tidak terlalu luas dan besar namun Depok memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya tidak sama dengan wilayah penyangga ibu kota lainnya,” ujar mantan Camat Limo.

“Depok ya Depok, meskipun secara teritorial dan strukural Pemerintahan Depok masuk dalam bagian wilayah Jawa Barat, tapi secara Kultural warga Depok lebih kental dengan style Betawi, ini fakta yang tidak terbantahkan, namun jika bicara tentang bahasa, Depok punya bahasa sendiri yang tentunya tidak sama dengan bahasa Betawi Jakarta dan tidak juga sama dengan bahasa Sunda, penasaran kan, makanya beli Buku Kamus Bahasa Depok biar ente paham dan mahir berbahasa Depok,” pungkasnya. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here