Akses Jalan Mawar Putus Lagi, Warga Pasir Putih Pasang Boneka Pocong, Ini Kata Bappeda

290
Terlihat beberapa anak-anak saat bermain di lokasi banjir Jalan Mawar beberapa waktu lalu

Sawangan | jurnaldepok.id
Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok menemukan sejumlah faktor penyebab banjir di Jalan Mawar yang menghubungkan Kecamatan Cipayung dan Pasir Putih Kecamatan Sawangan.

Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, bahwa dalam penanganan masalah banjir di Pasir Putih ini Bappeda akan bekerjsama dengan DPUPR, DLHK dan aparatur wilayah setempat. Dadang mengatakan, banjir yang kerap kali terjadi di wilayah tersebut diakibatkan sejumlah factor.

“Banjir ini disebabkan sedimentasi di bawah jembatan Kali Pesanggrahan, sehingga membuat kali menjadi dangkal. Lalu terdapat sampah yang berasal dari wilayah hulu Kali Pesanggrahan yang dibuang ke aliran kali hingga menyumbat,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, untuk penanganan sementara DPUPR Kota Depok akan melakukan normalisasi Kali Pesanggerahan.

“Penanganannya dengan mengerahkan dua alat berat, yang akan diturunkan dari jembatan ke hilir untuk melakukan normalisasi, kurang lebih 300 meter,” jelasnya.

Selain melakukan normalisasi, Pemkot Depok juga berencana meninggikan turap.

“Pak Wali Kota sudah memberi arahan kepada saya, untuk segera mengatasi masalah ini baik dalam jangka pendek atau jangka menengah,” ungkapnya.

Sebelumnya warga di RT 03 RW 04 Kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok, menggelar aksi protes kepada Pemerintah Kota Depok yang tidak pernah bisa menyelesaikan masalah banjir di Jalan Mawar.

Mereka melakukan aksinya dengan menutup Jalan Mawar akses jalan tembus Kelurahan Pasir Putih dengan Kelurahan Cipayung menggunakan bentangan spanduk dan boneka pocong sebagai bentuk Depok Kota Mati

Protes warga Kelurahan Pasir Putih terhadap Pemerintah kota Depok bukan baru ini saja terjadi, masalah yang dihadapi warga bukan hanya masalah banjir abadi.

Masalah normalisasi Kali Pesanggrahan, ganti rugi tanah warga yang longsor akibat tergerus air Kali Pesanggrahan, masalah sampah dan buffer zone.

Ketua RW 04, Hambali Baban mengatakan, pemerintah harus segera melakukan perbaikan, relokasi warga yang sering terdampak banjir, dan penanganan sampah TPA harus serius jangan terus didorong kearah Pasir Putih.

“Segera direlokasi masalah kali dan sampah jangan didorong terus ke Pasir Putih,” jelasnya.

Diduga, warga kecewa lantaran kawasan tersebut kerap kali menjadi langganan banjir dan sayangnya belum ada solusi nyata dari pemerintah terkait.

“Kini kondisinya sangat mengkhawatirkan, seringkali banjir yang tak kunjung surut-surut akibat luapan Kali Pesanggrahan. Juga terhambatnya aliran air akibat dari mendangkalnya kali dan tumpukan sampah,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here