Identitas Pria Gantung Diri di Pohon Nangka Hingga Kini Masih Misterius, Ini Penjelasan Polisi

109
ilustrasi

Bojongsari | jurnaldepok.id
Identitas pria yang ditemukan tewas tergantung di pohon Nangka Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, tepatnya di seberang TPU Panggulan, Pengasinan, Sawangan, pada Jumat (20/5) lalu, hingga kini masih misterius.

Kanit Reskrim Polsek Bojongsari, Iptu Bowo mengatakan, tidak ada satu pun tanda pengenal yang ditemuka pada jasad korban ketika awal ditemukan. Pihaknya terus bekerja keras menelusuri identitas korban yang diperkirakan sudah tewas lebih dari tiga hari itu.

“Untuk sementara belum diketahui identitasnya, masih kami telusuri,” ujarnya kepada wartawan.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada fisik korban. Diduga, korban tewas murni karena gantung diri menggunakan seutas tali tambang di pohon nangka tersebut.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban murni gantung diri. Saat ini jasadnya masih di Rumah Sakit Polri,” tuturnya.

Polisi mengimbau kepada warga yang kehilangan sanak saudaranya untuk melapor ke kantor Polisi.

Diberitakan sebelumnya, dari data yang dihimpun, jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki dan diduga telah wafat sejak tiga hari lebih lamanya dikarenakan kondisinya yang sudah membusuk.

Warga Pengasinan, Komarudin mengatakan, jasad pria tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah mencari telur semut merah alias semut rangrang, atau yang biasa disebut kroto.

“Awalnya sekira jam 14.00 WIB ada warga yang lagi nyari telur kroto atau telur rangrang. Tenyata di pohon itu ditemukan mayat yang sudah tergantung, pohon nangka,” ungkapnya.

Komar mengaku, tak ada warga yang mengenali sosok mayat pria tergantung di pohon Nangka ini.

“Kalau warga sini sampai saat ini gak ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Lokasi mayat tersebut ditemukan memang jarang dilintasi oleh warga. Saat ditemukan karena posisinya itu agak ke dalam pojokan, di tengah-tengah alang-alang dan pohon Nangka. Jadi memang jarang orang yang melintas walaupun di sekitar banyak aktivitas warga yang tanam rumput dan sebagainya,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here