3 Atlet Ketapel Asal Depok Berlaga di Festival Olahraga Rekreasi Tingkat Provinsi Jawa Barat

157
Salah satu atlet ketapel asal Depok saat berlatih

Margonda | jurnaldepok.id
Tiga atlet Ketapel asal Kota Depok siap berlaga di ajang Festival Olahraga Rekreasi Tingkat Provinsi (FORPROV) Jawa Barat yang akan dilangsungkan pada 11 Juni mendatang di Sumedang.

Tiga atlet tersebut antara lain Satria Conayio atau Conay dari Ketapel Margonda, Romelih Ketapel Kukusan atau Ketan serta Astri Cilodong. Mereka berhak berlaga di FORPROV usai berhasil mengikuti seleksi atltet Ketapel yang dilakukan oleh Ketapel Depok dan Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kota Depok.

Ketua Portina Kota Depok, Afifah Alia menjelaskan, tiga orang atlet terdiri dari dua orang atlet laki-laki dan satu orang atlet perempuan. Mereka yang berhasil lolos seleksi akan menjalankan latihan secara intensif sampai sebelum hari pertandingan di Sumedang Jawa Barat.

“Iya pastinya, nanti untuk tiga orang atlet yang menang kami akan terus mengadakan latihan sampai 10 Juni, mudah-mudahan kedepan bisa memenangkan pertandingan di Sumedang ya,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, dalam ajang ini, pihaknya menargetkan bisa menang dan kemudian perwakilan dari Kota Depok dapat mewakili provinsi di tingkat nasional.

“Kami berharap Depok bisa menang ya. Jika menang di Jawa barat akan ikut pertandingan nasional di laga Pornas di Palembang,”katanya.

Afifah berharap Pemerintah Kota Depok dapat memberikan perhatian kepada para atlet dan Portina untuk memajukan jenis olahraga ini.

“Kami sih berharap ada dukungan dari Pemkot Depok, sejauh ini si tadi seleksi ini dihadiri oleh camat. Bentuk anggaran khusus belum ada. Sejauh ini masih sebatas inisiatif kami di portina dan ketapel Margonda,” jelasnya.

Di lokasi sama, Ketua Panitia Seleksi Altet Katapel Kota Depok, Satria Conaiyo menambahkan, dalam seleksi ini diikuti 48 atlet laki-laki dan lima orang atlet perempuan.

Sistem pertandingan seleksi dilakukan dengan menggunakan sistem gugur, dimana para atlet yang bersaing diambil point tertinggi secara satu lawan satu. Penilaiannya dari target multi itu dari ukuran delapan centil (target) sampai empat yang paling terkecil.

“Delapan centil pointnya dua, tujuh centil empat, enam centil pointnya enam, lima centi pointnya delapan yang terkecil pointnya 10, diakumulasi. Karena ini ajang festival olahraga tingkat provinsi jadi kota dan kabupaten di Jawa Barat mengirim, di Kota Depok menjadi seleksi yang pertama,” tandasnya.

Olahraga katapel di Kota Depok dikatakannya sudah cukup populer di kalangan pecinta budaya tradisional

Ada beberapa klub-klub katapel di Kota Depok yang bermunculan dan semakin berkembang pesat dalam melestarikan olahraga dan budaya.

“Banyak perlombaan-perlombaan dan pertandingan yang turut serta teman-teman atlet katapel di Kota Depok geluti, alhasil banyak juga prestasi yang diraih di ajang kompetisi bergengsi,” katanya.

Selain itu juga banyak produk-produk katapel yang dibuat dan dipasarkan dari Kota Depok ke dalam negeri sampai ke luar negeri.

“Saat ini ada sekitar 192 atlet dari beberapa komunitas ketapel di Kota Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here