RPH Seleksi Pemotongan Sapi, Hingga Kini Belum Ditemukan Kasus PMK

43
Petugas kesehatan hewan sangat mengecek hewan potong di RPH terkait PMK

Bojongsari | jurnaldepok.id
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) melakukan seleksi terhadap hewan yang akan dipotong atau disembelih.

Pengelola Rumah Pemotongan Hewan Lembu Sakti Bojongsari, Andrias Syamsul kepada wartawan mengatakan, sejak tahun 1989 baru pertama kali mendapatkan sapi yang dipotong berpenyakit.

“Sebelum mencuat isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah untuk setiap tempat pemotongan hewan dan Dinas terkait antisipasi, kami lebih dahulu pernah mendapatkan sapi potong asal luar Jawa terpapar sakit mulut dari tahun 2008 hingga 2010 silam,” ujarnya, kemarin.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Andri menghentikan permintaan sapi yang didatangkan dari luar Jawa setelah ditemukan penyakit mulut.

“Soal PMK ini sudah dari dulu tahu dan kadang hilang dengan sendirinya. Setelah tahun 2010 itu ada temuan kami stop pemesanan sapi potong. Sekarang kami gunakan sapi Brahman Cross yaitu silangan sapi Brahman dengan sapi eropa dikembangbiakan di Negara Australia sampai saat ini tidak pernah ditemukan PMK sama sekali,” katanya.

Untuk itu antisipasi PMK di RPH Lembu Sakti, lanjut Andri, dirinya melakukan penyemprotan disenfektan ke kandang sapi hingga tempat jagal.

“Jika normal sebulan sekali rutin kami lakukan penyemprotan disenfektan ke seluruh kandang yang memiliki luas sekitar 1.500 meter. Jika musim hujan timbul lalat maka penyemprotan dilakukan dua minggu sekali,” paparnya.

Selain itu, terkait isu PMK, Andri mengaku tidak begitu terlalu berdampak pengaruh terhadap kebutuhan akan daging sapi potong.

“Rata-rata konsumen kebanyakan dari pasar daerah Jakarta, Parung dan Depok. Tiap hari pemotongan lima ekor sapi. Paling berpengaruh soal harga daging sapi yang semakin tinggi,” tambahnya.

Sementara itu isu PMK ini, lanjut Andri, masih sedikit yang tahu juga.

“Terkait pencegahan PMK ini sudah ada undangan dari Dinas Pertanian Depok untuk mengikuti sosialisasi cara mengatasi PMK. Namun upaya yang telah kami terapkan lebih dulu disenfektan sebulan sekali normal. Jika musim hujan kelembapan lebih tinggi dua minggu sekali,” tuturnya.

Mendekati hari raya dul Adha dikhawatirkan ada isu PMK harga daging fresh akan alami kenaikan yang signifikan.

“Harapan kami semua sektor ekonomi dapat berjalan dan yang makan daging sapi tidak begitu dibutuhkan dari makanan protein dapat dihasilkan dari menu lain. Selain itu sapi yang sebelum dipotong sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here